Korupsi Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Dua Pegawai Perseroda Dijerat
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.
Harianjogja.com, WATES—Pada tahun ajaran 2014/2015, empat sekolah dasar (SD) di Kulonprogo ditutup karena jumlah siswa minim. Proses belajar mengajar para murid pun digabung dengan sekolah lain yang jaraknya masih terjangkau.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kulonprogo, jumlah keseluruhan ada 342. Sedangkan empat SD yang ditutup, yakni SDN Lengkong 2 Kecamatan Nanggulan, SDN Carikan Kecamatan Lendah, SDN Wahyuharjo Kecamatan Lendah dan SDN Senden Lendah.
Para murid dari SDN Lengkong 2 bergabung dengan SDN Lengkong 1 demikian pula halnya dengan SDN Carikan yang bergabung dengan SDN Bumirejo dan berubah nama menjadi SDN Carikan. Untuk murid dari SDN Wahyuharjo diarahkan untuk mencari sekolah lain yang berdekatan dan mulai 3 November mendatang mereka belajar di SD Muhammadiyah Maesan. Proses penutupan SDN Senden masih berlangsung dan sedang dalam tahap sosialisasi.
Kepala Disdik Kulonprogo Sumarsana menuturkan penutupan SD dilakukan karena jumlah murid minim, yakni tidak lebih dari 40-an murid, padahal sesuai dengan perbup, setidaknya satu SD memiliki jumlah murid 80 orang.
“Penutupan SD juga dimaksudkan untuk efisiensi tenaga pengajar karena Kulonprogo masih kekurangan sekitar 220-an guru SD,” ujarnya, Senin (27/10/2014).
Menurut dia, para guru yang sekolahnya ditutup akan didistribusikan ke sekolah lain yang masih kekurangan tenaga pengajar.
Terkait dengan SDN 3 Sungapan yang berada di Kecamatan Galur, kata Sumarsana, Disdik belum berencana untuk melakukan penutupan.
“Bahkan belum ada proses ke sana,” ungkapnya.
Dijabarkannya, penutupan SD pada dasarnya untuk efektivitas proses belajar mengajar dan efisiensi tenaga pengajar, sehingga SD yang tidak memenuhi persyaratan minimal jumlah murid dapat dialihkan.
“Kami tetap mempertimbangkan keterjangkauan jarak sekolah yang baru dengan lama, supaya tidak menyulitkan siswa,” imbuh dia. (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2014/10/24/orang-tua-siswa-tolak-regrouping-sdn-3-sungapan-kulonprogo-547028">Orang Tua Siswa Tolak Regrouping SDN 3 Sungapan Kulonprogo).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.
BMKG memprakirakan cuaca DIY cerah pada Rabu 5 Agustus 2026. Simak prakiraan suhu dan kelembapan di Kota Jogja hingga Gunungkidul.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Prabowo dan PM Thailand Anutin menyepakati Roadmap Kemitraan Strategis 2026–2030 serta memperkuat kerja sama di berbagai sektor.
KPK menggeledah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan terkait dugaan pemerasan izin tinggal WNA. Delapan tersangka telah ditetapkan.
Posyandu Matahari di Sleman disiapkan menjadi model layanan kesehatan ibu dan anak melalui kolaborasi Pemkab Sleman, BRI, dan Rabu Biru Foundation.