Kapal KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Ratusan Penumpang Lompat ke Laut
KM Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Madura saat menuju Makassar. Basarnas mengevakuasi sekitar 250 penumpang, penyebab masih diselidiki.
Ilustrasi tindak anarkistis (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, JOGJA-http://www.harianjogja.com/baca/2014/10/13/mahasiswa-uin-jadi-korban-tewas-suporter-543935">Muhammad Ikhwanudin, pendukung PSCS Cilacap, yang meninggal akibat http://www.harianjogja.com/baca/2014/10/13/massa-serang-dan-rusak-bus-di-depan-bandara-adisudjipto-543847">penyerangan brutal, Minggu (13/10/2014) malam ternyata bukan fan sepak bola. Dia lebih menyukai bulutangkis. Namun, olahraga yang tak terlalu dia gemari itu malah membawanya menemui ajal.
Ngadiman dengan sabar menunggu proses autopsi jenazah anak pertamanya, Muhammad Ikhwanudin, di depan ruang Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito. Mata Ngadiman sedikit sayu. Selain karena banyak air mata yang menetes, ia kurang tidur.
Sekitar pukul 23.00 WIB, Minggu (12/10/2014) belum tidur di rumahnya, Petenangan RT 08 RW 03 Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bantarsari, Cilacap. Tapi tiba-tiba ponselnya berdering. Awalnya sedikit gembira, karena nomor ponsel yang masuk adalah milik Muhammad Ikhwanuddin. Namun, suara di ujung telepon bukan suara putra sulungnya, melainkan petugas medis dari RSUP Dr. Sardjito. Suara menyebutkan anaknya yang tengah kuliah di UIN Sunan Kalijaga, Jogja, mengalami kecelakaan. Ia diminta segera ke RSUP Sardjito. Dia sudah menduga anaknya meninggal dunia.
“Setelah itu saya langsung siap-siap ke Jogja tiba sebelum subuh,” ucapnya.
Sesampai di Jogja, Ngadiman salat Subuh dan langsung ingin mengetahui kondisi anaknya. Dugaannya sebelum berangkat ke Dr. Sardjito ternyata benar. Namun, si sulung tidak meninggal karena kecelakaan, tetapi pengeroyokan gara-gara sepak bola.
Ngadiman mengatakan Ikhwanudin sebenarnya tak terlalu suka sepakbola. Ikhwanudin justru pehobi bulutangkis, bahkan sempat ikut sekolah pembinaan atlet bulu tangkis di Cilacap. Namun karena di Cilacap nama PSCS sedang populer dan sukses menembus 8 Besar Divisi Utama musim ini, Ikhwanudin pun ikut-ikutan sering menonton bola, terutama saat PSCS menghelat laga kandang.
Minggu kemarin, Ikhwanudin menonton laga PSCS mlawan Persis Solo di Stadion Manahan, Solo. Dia berangkat naik kereta api dari Jogja. Di Manahan, dia bertemu dengan temannya dari kampung. Ikhwanudin diajak pulang ke Jogja naik bus rombongan suporter.
Sebelum bus itu diserang, Ikhwanudin pindah tempat duduk. Sebelumnya dia duduk agak di belakang, tetapi bergeser ke kursi dekat pintu depan karena ingin cepat turun ketika bus sudah memasuki kawasan Janti. Selama ini, Ikhwanudin tinggal di kos kawasan Gowok, Caturtunggal, Depok, Sleman.
Ngadiman masih mengingat saat terakhir kali dia berkomunikasi dengan anaknya melalui ponsel pada Kamis pekan lalu. Ketika itu Ikhwanudin mengaku kehabisan uang. Lalu Ngadiman pun keesokan harinya mengirim uang untuk keperluan anaknya.
“Semoga anak saya ini yang terakhir [menjadi korban kekerasan] dan polisi harus lebih peka dalam mengantisipasi kasus semacam ini,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KM Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Madura saat menuju Makassar. Basarnas mengevakuasi sekitar 250 penumpang, penyebab masih diselidiki.
Harga minyak dunia turun dinilai menjadi peluang pemerintah membenahi subsidi BBM, memperkuat stok, dan meningkatkan perlindungan masyarakat rentan.
Mendes Yandri Susanto menegaskan isu Kopdes Merah Putih menutup warung kelontong dan melarang berdagang dalam radius 2 kilometer adalah hoaks.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan penggunaan izin usaha perusahaan pergadaian atas nama Perusahaan Perseroan (Persero)
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.