Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI Tersangka MZ (30) asal Nigeria usai ditangkap oleh BNN DIY di wilayah Gamping, Sleman, Kamis (9/10). Tersangka merupakan pengendali Narkoba jenis sabu-sabu dengan barang bukti 6 kilogram.
Harianjogja.com, JOGJA-Badan Nasional Narkotika (BNN) DIY berhasil menangkap http://www.harianjogja.com/baca/2014/10/10/narkoba-jogja-jaringan-narkotika-internasional-ditangkap-bnn-diy-ini-kronologinya-543189">pria asal Nigeria yang diduga sebagai pengendali peredaran narkoba di Indonesia termasuk wilayah DIY, MZ alias Bob alias DM. Dari penangkapan ini, terungkap pula pola pemasaran obat terlarang di Indonesia.
Deputi Pemberantasan BNN DIY Deddy Fauzi Elhakim mengatakan sebelum menangkap MZ, pihaknya sempat menangkap sejumlah kurir. Adapun kurir tersebut ada yang bermukim di Timor Leste, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.
"Para kurir ini ditugaskan MZ mendistribusikan narkotika ke lapas-lapas [lembaga pemasyarakatan] di Tangerang, Bogor dan Jakarta," ungkap Deddy, Kamis (9/10/2014).
Dikatakan Deddy, hasil penangkapan ketiga kurir tersebut diperoleh informasi keberadaan MZ. BNN kemudian menangkap MZ di Indekosnya di Gamping, Sleman.
Menurut Deddy, MZ merupakan sindikat pengendali narkotika internasional yang mengatur pendistribusian sabu-sabu melalui kurir. MZ pula yang mengatur paket sabu-sabu untuk diantarkan ke lokasi-lokasi sesuai pesanan. Para kurir bergerak sesuai perintah MZ. Setiap kurir mendapatkan kuntungan puluhan hingga ratusan juta tergantung intensitas barang yang diedarkan.
Sementara itu jaringan MZ mengedarka narkotika di Nigeria, Guangzho Cina, Malaysia, dan Indonesia. Dikatakan Deddy, narkotika masuk ke Indonesia melalui Medan dan Nunukan Kalimantan Utara dengan jalur darat, udara, laut, dan jasa pengiriman arang.
Deddy menambahkan sasaran peredaran narkotika jaringan MZ adalah sejumlah lapas. Lapas menurutnya merupakan salah satu pangsa pasar yang menggiurkan karena di lapas masih banyak pengguna narkotika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
John Herdman mengevaluasi kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam dan memastikan Marselino Ferdinan absen hingga akhir Piala AFF 2026.
BPJPH dan Uni Eropa membahas kesiapan implementasi Wajib Halal yang mulai berlaku Oktober 2026 serta kepastian regulasi bagi pelaku usaha.
Polres Bantul menyita 1.053 pil sapi dari seorang pemuda di Pandes II, Pleret. Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat.
DIY mengalami deflasi 0,31% pada Juli 2026. BPS menyebut turunnya harga cabai, bawang, dan tomat menjadi penyebab utama.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja cerah pada Selasa, 4 Agustus 2026. Simak prakiraan cuaca DIY dan kota-kota besar di Indonesia.