KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar, 4 Tewas dan 218 Penumpang Selamat
Update kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di utara Sumenep, empat orang meninggal, 218 penumpang selamat, operasi SAR masih berlangsung.
Harianjogja.com, SLEMAN - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) pekan ini mulai melakukan penelitian temuan batu yang bermotif perwajahan kala (raksasa). Batu yang menarik perhatian masyarakat itu akan menambah koleksi BPCB.
Kepala Seksi Pelindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan, BPCB DIY, Wahyu Astuti menjelaskan saat ini batu tersebut sudah dibawa ke Unit Prambanan. Proses evakuasi dari lokasi temuan pada pekan lalu berjalan mulus. Dipastikan benda cagar budaya itu masih sesuai dengan temuan awal dan tidak ada kerusakan. Pekan ini, lanjutnya, tim dari BPCB yang terdiri dari arkeolog akan melakukan penelitian terhadap temuan itu.
"Besok akan mulai diteliti oleh tim kami," ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (21/9/2014).
Ia menambahkan tujuan penelitian untuk menghasilkan data sejarah yang terkandung di batu tersebut. Karena itu hingga saat ini pihaknya belum mengetahui keterkaitan temuan itu dengan candi-candi lainnya. Kendati demikian kemungkinan besar temuan itu merupakan ambang pintu candi. Karena pada tiap candi biasanya ada sejenis gerbang pintu masuk. Temuan itu sangat dimungkinkan separuh hiasan bagian atas gerbang candi.
"Mungkin bisa termasuk kategori Hindu atau bisa juga Buddha masih dalam penelitian. Nanti akan dicocokkan. Di bagian belakang ada dua lubang slotnya, itu ada cocokannya mungkin," ungkap dia.
Wahyu menegaskan temuan itu tidak diperkirakan sebelumnya. Karena meski berdekatan dengan candi sewu, lokasi penemuan tidak menjadi bagian dari pendataan BPCB yang dimungkinkan masih ada benda cagar budaya.
"Itu jauh dari perkiraan kami sebelumnya, jadi murni temuan warga. Termasuk terbaik untuk tahun ini," imbuhnya.
Sementara itu penemu batu cagar budaya tersebut, Untoro menduga di sekitar kolamnya kemungkinan masih ada jenis bebatuan serupa. Kendati demikian ia tidak berkeinginan untuk mencari lagi.
"Mungkin masih ada ya, karena di sini banyak ditemukan bebatuan serupa tapi belum terukir. Tapi ya tidak mencari, saya cuma kebetulan saja menemukan," imbuhnya.
Sebelumnya Untoro menemukan batu berukuran panjang 162 sentimeter dengan tinggi 58 sentimeter itu di kolam ikan yang dikelolanya. Batu itu terdeteksi saat ia akan membersihkan sekaligus memperdalam kolam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Update kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di utara Sumenep, empat orang meninggal, 218 penumpang selamat, operasi SAR masih berlangsung.
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Bansos beras tahap kedua mulai disalurkan 17 Agustus 2026. Kopdes Merah Putih berpeluang menjadi lokasi penyaluran bagi 33,24 juta penerima.
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
GIIAS 2026 menghadirkan sejumlah mobil baru di bawah Rp200 juta, didominasi kendaraan listrik dengan harga mulai Rp155 juta.
Sebanyak 156 karyawan HS Surya Group berangkat umrah gratis. Kisah pekerja muda hingga pesan haru CEO menjadi sorotan.