Chun Woo Hee Mengaku Sulit Mendapatkan Peran karena Merasa Dirinya Jelek
Artis Chun Woo He membuka You Quiz on the Block sebagai bintang tamu dan menceritakan mengenai kehidupan dan kariernya.
Akutsu, Mayasaki dan Aoki Takenobu didampingi Ir. Gatot Supangkat, M.P saat menyampaikan maksud kedatangan mereka ke UMY (JIBI/Harian Jogja/Humas UMY)
Harianjogja.com, BANTUL-Merasa ada krisis kepercayaan (agama) dan budaya di Jepang, peneliti asal Negeri Sakura, AokiTakenobu, dan Akutsu MasayukiD melakukan penelitian di Indonesia. Penelitian yang akan mereka usung terkait dengan iklim dalam perspektif islam.
“Ini menjadi sangat penting sebab jika tidak cepat ditangani akan membahayakan bagi negara kita sendiri, ” Jelas Aoki Takenobu, Phd
selaku dosen dari Chiba Universty, Jepang.
Untuk melengkapi data penelitian tersebut hari ini, Jumat (19/9/2014) Aoki Takenobu dan Akutsu Masayuki datang berkunjung ke
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dalam kunjungan tersebut mereka mendapat kesempatan untuk
mempelajari penjelasan tentang Iklim dalam persperktif Islam yang disampaikan oleh Ir. Gatot Supangkat, M.P selaku dosen Fakultas
Pertanian UMY.
“Saya merasa senang karena telah disambut baik ketika datang ke UMY,” ungkap Akutsu, Masayuki, Ph. D dari The University of Tokyo, seperti dikutip dari rilis Humas UMY.
Aoki menjelaskan tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana perspektif agama selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama diintegrasikan dengan ilmu pengetahuan. Sebab selama ini, menurutnya di Jepang selalu membelakangkan urusan kepercayaan dan budaya. Padahal seperti banyak orang ketahui, Jepang adalah negara yang terkenal dengan kemajuan teknologi.
Sayangnya hal ini tidak sebanding dengan kepercayaan dan budaya yang ada di Jepang. Bahkan di Negara Timur Tengah ilmu pengetahuan, teknologi, tidak pernah dicampur adukkan dengan agama, mereka masih menganggap bahwa agama hanya digunakan untuk ibadah saja.
Situasi ini berbeda dengan Indonesia, masyarakat di Indonesia selalu mencoba menyelaraskan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dengan agama dan budaya yang mereka anut. Sehingga hal ini membuat adanya kehidupan yang harmonis antar sesama dan rasa toleransi yang tinggi.
“Jadi dengan kata lain dapat dikatakan bahwa negara-negara maju seperti Amerika, Eropa dan Negara maju lainnya kurang memperhatikan tentang pentingnya menyelaraskan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dengan agama dan budaya,” paparnya.
Aoki mengakui Indonesia memang masih perlu belajar tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi Indonesia memiliki kemampuan beragama dan berbudaya dengan nilai yang tinggi. Selain itu Indonesia juga memiliki banyak potensi alam dan budaya yang dimiliki.
Aoki dan Akutsu juga berharap, hasil penelitian mereka tentang Iklim dalam Perspektif Islam dapat disampaikan secara luas dalam bentuk seminar internasional, buku, maupun jurnal. Selain itu juga diharapkan dapat menjadi koreksi bagi Negara Indonesia dan Jepang untuk bisa menyeimbangkan dan menyempurnakan Teknologi dan ilmu pengetahuan dengan agama dan budaya yang ada di Negara masing-masing. Sehingga penelitian ini bisa berjalan dengan semestinya dan bisa di manfaatkan di Indonesia dan Jepang.
“Karena dengan begitu, masyarakat bisa sadar tentang pentingnya nilai budaya dan agama untuk kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Artis Chun Woo He membuka You Quiz on the Block sebagai bintang tamu dan menceritakan mengenai kehidupan dan kariernya.
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf membantah narasi mayoritas BPD Hipmi menolak pelaksanaan Munas XVIII Hipmi di Lampung.
Selain mempermudah mobilitas, kehadiran bus KSPN juga diarahkan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan di kawasan pariwisata
IHSG turun 8,35% sepanjang pekan 18-22 Mei 2026. Saham SMMA, SRAJ, CPIN, dan MYOR menjadi top leaders penahan pelemahan indeks.