73 Kuota Jalur Mandiri Unsoed Disetting, Calon Maba Dimintai Uang
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Harianjogja.com, JOGJA- Majelis Wali Amanat (MWA) UGM menyayangkan sikap Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM Anggito Abimanyu yang mengundurkan diri terkait dugaan plagiarisme.
Menurut Ketua MWA UGM Prof. Sofian Effendi, Anggito cukup meminta maaf atas keteledorannya dan tidak perlu mengundurkan diri.
Sofian mengatakan, plagiarism terjadi bila Anggito mengakui hasil penelitian seseorang apalagi penelitian tersebut belum dipublikasikan. Sebaliknya, bila sebuah tulisan ditayang di media publik maka karya tersebut sudah menjadi milik publik.
“Menurut saya, apa yang terjadi tidak bisa dikatakan sebagai plagiarism karena tulisan milik Hotbonar sudah merupakan informasi publik,” kata Sofian ketika ditemui di Balairung UGM, Selasa (18/2/2014).
Jika seseorang mengetahui tulisan tersebut pernah dimuat di koran yang sama pada 2006 lalu, sambungnya, maka tidak salah kalau Anggito mengutip sebagian isinya.
Sofian juga menyayangkan jika UGM pada akhirnya mengabulkan permintaan pengunduran diri Anggito. Sofian sendiri sudah menyampaikan pendapatnya kepada Rektor UGM.
Dia berharap, Rektor UGM tidak terlalu kejam menghukum Anggito. Sebab, lanjut Sofian, Anggito hanya perlu meminta maaf kepada Hotbonar dan rekannya atas keteledorannya tersebut.
“UGM akan mengalami kerugian besar jika hal itu terjadi. Meski keputusan UGM belum final, saya berharap Anggito bisa dipertahankan. Anggito itu salah satu dosen yang cemerlang di UGM,” kata mantan Rektor UGM itu.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, tulisan Anggito yang dimuat di Harian Kompas pada 10 Februari 2014 berjudul “Gagasan Asuransi Bencana” dinilai menjiplak karya Hotbonar Sinaga dan Munawar Kasan yang terbit pada 2006 lalu berjudul “Menggagas Asuransi Bencana”.
Anggito pun mengakui kesalahannya tersebut dan menyatakan mengundurkan diri sebagai dosen UGM. (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Disdikpora DIY mengimbau pelajar SMA/SMK tidak mengikuti aksi demonstrasi 27-31 Agustus 2026 untuk mencegah kekerasan dan tindakan anarkis.
Sebanyak 34 WN Australia dilaporkan hilang setelah banjir bandang di Nepal. Ratusan orang dari berbagai negara juga masih dicari.
Mahasiswa Forum BEM DIY menggelar aksi di Malioboro dan mendesak RUU Perampasan Aset disahkan serta drafnya dibuka ke publik.
Sri Sultan meminta PSIM Jogja mencari revenue baru agar klub lebih mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada pengusaha.
Kemenag membantah isu Nasaruddin Umar mundur sebagai Menteri Agama. Nasaruddin juga menegaskan dirinya tidak pernah mengundurkan diri.