HUT ke-81 RI, Pekerja Seni Budaya Pakem Dapat Perlindungan BPJamsostek
Pekerja seni budaya di Pakem mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dalam peringatan HUT ke-81 RI di Museum Gunung Merapi
Harianjogja.com, JOGJA-Ancaman bencana alam khususnya sebagai akibat dampak perubahan iklim, mendominasi hampir 80% kejadian bencana di wilayah Asia termasuk di Indonesia. Sayang, penanganan kebencanaan di Indonesia masih konvensional dan belum memprioritaskan mitigasi bencana.
Peneliti kebencanaan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Prof. Sudibyakto mengatakan, potensi kebencanaan sebagai dampak perubahan iklim belum diantisipasi pemerintah.
Hal itu dilihat dari minimnya alokasi dana kesiapsiagaan bencana di Indonesia. Sekadar diketahui, alokasi dana untuk mitigasi dan penanggulangan bencana di APBN hanya berkisar Rp7 triliun (0.38%) dari total belanja APBN 2014 yang mencapai Rp1.842 triliun.
“Memang kesadaran bencana sudah meningkat, tetapi perubahan mindset itu tidak diikuti dengan dukungan anggaran,” kritik Sudibyakto pada Lokakarya Penyusunan Agenda Riset Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim (MAPI) dalam Rangka Pengurangan Risiko Bencana Akibat Perubahan Iklim di Indonesia, Senin (9/12/2013) di Sekolah Pasca Sarjana UGM.
Padahal, lanjut Sudibyakto, sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah rawan bencana. Hal itu diperparah dengan perubahan iklim yang menyebabkan sejumlah bencana seperti banjir, kekeringan, badai tropis, banjir bandang, kenaikkan muka air laut dan meningkatnya abrasi.
“Badai Haiyan yang terjadi di Filipina beberapa waktu lalu itu bencana yang terjadi karena perubahan iklim,” katanya.
Indonesia, lanjutnya, masih lemah dalam perumusan kebijakan iklim internasional. Hal itu terlihat dari belum banyak penelitian yang dilakukan terkait dampak perubahan iklim di Indonesia. Untuk itu, penyusunan agenda riset MAPI diharapkan mampu mengantisipasi bencana akibat perubahan iklim itu.
“Penelitian masih kurang dan belum membuktikan kalau di Indonesia mengalami dampak dari perubahan iklim. Kita masih disetir oleh negara maju soal perdagangan karbon,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pekerja seni budaya di Pakem mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dalam peringatan HUT ke-81 RI di Museum Gunung Merapi
Menteri LH Moh Jumhur Hidayat menyebut industri kendaraan listrik berperan penting dalam upaya Indonesia mengejar target net zero emission 2060.
BPJS Ketenagakerjaan menargetkan kepesertaan pekerja informal mencapai 20% pada 2026 melalui strategi 3R dan penguatan literasi jaminan sosial.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya, berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 29 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 29 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.