KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
http://images.harianjogja.com/2013/03/Presiden-SBY13.jpg" alt="" width="197" height="200" />JAKARTA--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Ditjen Pajak bereaksi lebih cepat dalam mengklarifikasi informasi wajib pajak yang bocor ke masyarakat.
SBY mengatakan informasi wajib pajak bisa dimanfaatkan untuk tindak pemerasan atau perusakan nama baik oleh pihak tertentu jika bocor ke masyarakat.
"Saya telah ikut jadi korban, sebuah media massa kesankan say tidak penuhi kewajiban pajak," katanya dalam acara penyerahan SPT pajak penghasilan oleh pejabat negara di Gedung Juanda Kementerian Keuangan, Kamis (21/3/2013).
Presiden mengakui pada kasus pemberitaan SPT dirinya dan keluarga Dirjen Pajak telah memberikan klarfikasi, namun kejadian tersebut terlanjur menimbulkan kerusakan nama baik.
"Khusus kasus saya, akhirnya ada klarifikasi, meski damage, kerusakan, sudah terjadi. Saya hanya ingin cegahlah kerusakan nama pihak-pihak lain," katanya.
SBY menekankan dirinya patuh dan tertib dalam membayar pajak. SPT yang dia serahkan sudah melalui pengecekan seksama dan dikonsultasikan lebih dulu dengan petugas pajak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
BGN mengakhiri moratorium aktivasi dapur dan mengaktifkan 480 SPPG. Total SPPG yang beroperasi kini mencapai 27.022 unit.
KWT Mekar Lestari Kulonprogo memanfaatkan pekarangan untuk pertanian, pangan, dan ekonomi warga hingga meraih penghargaan inovasi lahan terbatas.
Thailand vs Indonesia tersaji di final FIFA ASEAN Cup 2026. Anthony Hudson antusias menghadapi John Herdman di SUGBK Jakarta.
Remaja di Sragen ditembak airsoft gun hingga terluka. Pelaku kemudian dikeroyok dan dirawat di RSSP Sragen. Polisi masih menyelidiki.
Desil 1-5 masih berpeluang menerima bansos 2026. Simak cara cek desil dan status penerima bantuan melalui laman Kemensos.