PRAHARA DEMOKRAT: Tidak Mudah Meminta Anas Tunduk

Selasa, 12 Februari 2013 20:39 WIB
PRAHARA DEMOKRAT: Tidak Mudah Meminta Anas Tunduk

http://images.harianjogja.com/2013/02/anas10.jpg" alt="" width="259" height="194" />JAKARTA—Tidak mudah memaksa Anas Urbaningrum untuk tunduk . Anas memiliki cara untuk melawan kudeta yang dilancarkan kader Demokrat yang lain.

Wacana tersebut mengemuka dalam Indonesia Lawyers Club, Selasa (12/2/2013) malam yang ditayangkan TV One menyoroti kisruh Partai Demokrat.

Ridwan Saidi, budayawan Betawi, yang hadir di acara itu menegaskan Anas adalah anak Blitar Selatan, yang  tidak gampang dikalahkan. Anas melawan dengan tenang dan dingin, termasuk menghadapi wartawan.

Ditambahkan, 8 keputusan Majelis Tinggi yang harus dilaksanakan kader Demokrat, ditanggapi Anas dengan jurus sakit. Tidak menghiraukannnya.

“Anas belum dinyatakan tersangka, kenapa sepertinya dari Cikeas timbul suara menempatkannya sebagai tersangka?” ujar Ridwan.

Ridwan pun menyinggung sikap Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat  Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Menurut Ridwan, SBY saat ini tengah galau. Hal yang bikin galau adalah, bocornya SPT keluarganya, dan harus berhadapan dengan Anas terkait kasus korupsi Hambalang yang berimbas pada turunnya elektabilitas Demokrat.

“Anas belum menjadi tersangka namun surat perintah penyidikan (sprindik) sudah bocor ke masyarakat,” katanya.

Menurut Ridwan, tidak mudah bagi SBY menghadapi Anas. Anas, ujarnya, tanpa ekspresi. Bahkan ada kesan seolah-olah mayat hidup.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online