Modus Lempar Paket ke Dalam Lapas Digagalkan, Diduga Berisi Sabu
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
DEPOK--Wakil Presiden RI Boediono menghimbau pada pelaku sektor pendidikan untuk melaksanakan kurikulum pendidikan 2013 tepat waktu, agar tingkat kualitas pendidikan yang baik tetap terjaga.
"Karena itu, saya dukung penuh, kurikulum yang telah dipersiapkan dengan baik," kata Wapres Boediono saat memebuka rembuk nasional pendidikan dan kebudayaan tahun 2013, di Depok, Jawa Barat, Senin (11/2/2013).
Dia mengatakan untuk mendukung kegiatan pendidikan, pemerintah akan mempersiapkan infrastruktur pendukung, seperti guru, dan materi untuk menjalankan kurikulum tersebut.
Meski demikian, Wapres menyatakan penerapan kurikulum baru, jangan dipaksakan diberlakukan di semua daerah secara bersamaan tahun ini juga, terutama karena jumlah murid, guru dan sekolah yang begitu banyak.
Wapres menilai, penerapan kurikulum baru secara serempak, baru akan bisa digunakan di semua daerah dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
"Karena itu, saya minta agar pelaksanaan kurikulum dipantau dengan baik dan tidak harus dipaksa harus dilaksanakan di semua daerah pada tahun ini juga," tambahnya.
Dalam rembuk nasional pendidikan dan kebudayaan 2013, dihadiri sebanyak 1.003 pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan kebudayaan, untuk mengevaluasi capaian kerja dan membahas rencana kerja untuk setahun ke depan.
Beberapa hal yang akan dibahasa pada Rembuknas kali ini adalah pelaksanaan kurikulum 2013, penyiapan akademi komunitas dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), pelestarian kebudayaan Indonesia, pembahasan tata kelola keuangan dan reformasi biroraksi serta implementasi Pendidikan Menengah Universal.
Adapun fokus pembahasan dalam rembuk nasional itu yakni
kesehatan dan pendidikan.
Dalam rembuk nasional itu, turut hadir juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Pimpinan Komisi X DPR RI dan perwakilan Komite III DPD RI yang membidangi pendidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Pasar Ngasem semarak HUT ke-81 RI dengan ikat kepala Merah Putih, permainan kemerdekaan, serta jenang dan wingko gratis.
Merti Keistimewaan DIY digelar sebulan dengan 298 kegiatan untuk memperingati 14 tahun UUK DIY dan memperkuat partisipasi masyarakat.
Bendera Merah Putih utuh sepanjang 481 meter dikirab dari Tugu Pal Putih menuju Titik Nol Kilometer Jogja dalam HUT ke-81 RI.
Iran dan Oman menyepakati peta rute pelayaran Selat Hormuz setelah perundingan teknis selama tiga bulan, tetapi jalur belum sepenuhnya normal.
Pemerintah menyiapkan dokter terbang dan mobile dentist untuk memperluas layanan kesehatan, termasuk menjangkau daerah terpencil.