Survei Indef: Program MBG Belum Berdampak Luas, 22% UMKM Alami Penurunan Usaha

Mutiara Nabila
Mutiara Nabila Rabu, 28 Oktober 2026 20:07 WIB
Survei Indef: Program MBG Belum Berdampak Luas, 22% UMKM Alami Penurunan Usaha

Ilustrasi, Petugas membawa ompreng MBG sebelum dibagikan kepada siswa di kompleks Madrasah Ibtidayyah Negeri (MIN) 11 Aceh Barat Desa Kuta Padang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Senin (21/9/2026)./Antara-Syifa Yulinnas

Harianjogja.com, JAKARTA—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai belum memberikan dampak ekonomi yang merata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meski kedua program pemerintah tersebut mendapat dukungan anggaran besar dan dikenal luas, keterlibatan UMKM lokal dalam kemitraan masih terbatas.

Tim Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Fadhila Maulida, mengungkapkan adanya kesenjangan antara jangkauan program dan partisipasi nyata pelaku usaha di tingkat lokal. Temuan itu berdasarkan survei terhadap 1.800 pelaku UMKM formal dan informal di berbagai wilayah Indonesia pada Agustus 2026.

Survei menunjukkan 97% responden mengenal program MBG. Program tersebut juga telah hadir di 92% desa atau kelurahan tempat para responden berada. Namun, tingkat pengenalan yang tinggi belum diikuti keterlibatan pelaku usaha dalam rantai pasok program.

"Namun, hanya 5% UMKM formal dan 1% UMKM informal yang bermitra atau menjajaki kemitraan. Partisipasi dalam KDMP bahkan lebih rendah lagi," papar Fadhila dalam laporannya, Rabu (28/10/2026).

Efek Pengganda Program Dinilai Masih Terbatas

Rendahnya keterlibatan UMKM lokal turut terlihat dari minimnya peluang usaha baru yang dirasakan pelaku usaha. Sekitar 80% UMKM yang menjadi responden mengaku tidak melihat peluang bisnis baru yang muncul dari kedua program tersebut.

Survei Indef juga mencatat 22% responden melaporkan kegiatan usahanya menurun setelah hadirnya program MBG. Sebaliknya, responden yang mengalami peningkatan kegiatan bisnis hanya mencapai 5%.

Indef mencatat dampak negatif tersebut terutama dirasakan oleh UMKM informal. Temuan ini menunjukkan bahwa kehadiran program berskala besar belum otomatis mendorong pertumbuhan usaha di tingkat masyarakat.

Dalam analisis Indef, kondisi tersebut mengindikasikan adanya substitusi permintaan di masyarakat. Belanja pemerintah dinilai belum menyebar secara luas kepada pelaku usaha lokal karena manfaat ekonominya cenderung terkonsentrasi pada kelompok usaha tertentu.

Akibatnya, efek pengganda atau multiplier effect dari program MBG dan KDMP dinilai masih terbatas. Dampak ekonomi yang diharapkan mengalir ke berbagai lapisan usaha, termasuk UMKM di sekitar lokasi program, belum terlihat secara merata berdasarkan hasil survei tersebut.

Indef Dorong Perluasan Kemitraan UMKM Lokal

Indef menegaskan efektivitas kedua program bergantung pada kemampuan penyelenggara mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok. Upaya tersebut juga perlu memperhatikan dampak persaingan terhadap usaha lokal yang telah beroperasi sebelum program berjalan.

Untuk memperluas manfaat ekonomi, Indef merekomendasikan pemerintah membuka akses pengadaan bagi UMKM lokal secara lebih luas dan inklusif. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesempatan pelaku usaha kecil untuk menjadi pemasok dalam pelaksanaan program.

Indef juga mendorong penyederhanaan prosedur pengadaan, kepastian tenggat pembayaran kepada pemasok, serta pengembangan pembiayaan berbasis kontrak. Kepastian pembayaran dan akses pembiayaan menjadi bagian dari upaya mendukung UMKM yang ingin terlibat dalam rantai pasok program.

Selain itu, fungsi KDMP perlu diperkuat agar dapat berperan sebagai agregator produksi dan distribusi di tingkat lokal. Dengan peran tersebut, KDMP diharapkan mampu menghubungkan kebutuhan program dengan kapasitas produksi UMKM di wilayah masing-masing.

Temuan survei ini menyoroti pentingnya memastikan belanja pemerintah tidak hanya menjangkau masyarakat melalui layanan program, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha setempat. Perluasan kemitraan, akses pengadaan, dan penguatan distribusi lokal menjadi sejumlah langkah yang direkomendasikan Indef untuk meningkatkan manfaat ekonomi program MBG dan KDMP.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online