Freeport Siapkan Rp72 Triliun untuk Tambang Kucing Liar

Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana Selasa, 15 September 2026 20:47 WIB
Freeport Siapkan Rp72 Triliun untuk Tambang Kucing Liar

Kawasan eks tambang Grasberg milik PT Freeport Indonesia di Mimika, Papua./Bisnis-M. Nurhadi Pratomo.

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Freeport Indonesia (PTFI) mulai mengembangkan tambang Kucing Liar di Papua dengan target produksi pada 2029. Pengembangan tambang masa depan tersebut membutuhkan investasi sekitar Rp72 triliun hingga 2033.

Direktur Utama PTFI Tony Wenas mengatakan pengembangan tambang Kucing Liar saat ini telah memasuki tahap development. Perusahaan menargetkan kegiatan penambangan di lokasi tersebut dapat dimulai pada 2029.

"Tambang Kucing Liar yang merupakan tambang masa depan kami itu sudah mulai kami kerjakan dari sekarang dan itu sudah memasuki tahap development dan akan bisa mulai ditambang tahun 2029," kata Tony dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (15/9/2026).

Hingga 2026, PTFI telah menggelontorkan investasi sekitar Rp25 triliun untuk pengembangan tambang Kucing Liar. Sementara total kebutuhan investasi untuk proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp72 triliun sampai dengan 2033.

“Kami telah menghabiskan 25 triliun kira-kira untuk pengembangan tambang Kucing Liar ini dari totalnya sebesar 72 triliun sampai dengan 2033,” jelasnya.

Tambang Kucing Liar nantinya diproyeksikan memberikan tambahan produksi bagi Freeport mulai 2029. Dalam paparan PTFI, pengembangan tambang tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengembangkan sumber daya tambang masa depan.

Pengembangan Kucing Liar juga masuk dalam rencana peningkatan kapasitas produksi PTFI setelah pemulihan tambang Grasberg pascalongsor pada September 2025. Perusahaan memproyeksikan produksi bijih terus meningkat hingga mencapai 220.000 ton per hari pada 2029–2030.

Pada 2026, produksi bijih PTFI diproyeksikan mencapai 124.000 ton per hari. Angka tersebut kemudian diperkirakan meningkat menjadi 170.000 ton per hari pada 2027 dan sekitar 208.000 ton per hari pada 2028.

Selanjutnya, produksi bijih ditargetkan mencapai 220.000 ton per hari pada 2029–2030. Peningkatan tersebut menjadi bagian dari proyeksi kapasitas produksi perusahaan seiring pengembangan sumber daya tambang masa depan.

Dari sisi produksi logam, PTFI memperkirakan produksi tembaga mencapai 800 juta pound pada 2026. Pada tahun yang sama, produksi emas diperkirakan sekitar 700.000 troy ounce atau setara 21 ton.

Produksi logam tersebut diproyeksikan meningkat pada 2027. PTFI memperkirakan produksi tembaga mencapai 1,3 miliar pound, sedangkan produksi emas sekitar 1 juta troy ounce atau 31 ton.

Mulai 2028 dan seterusnya, produksi tembaga PTFI diproyeksikan berada di kisaran 1,6 miliar pound. Sementara produksi emas diperkirakan mencapai sekitar 1,3 juta troy ounce atau 39–40 ton.

Dengan target mulai ditambang pada 2029, Kucing Liar disiapkan sebagai salah satu sumber produksi Freeport pada masa mendatang. Proyek tersebut sekaligus berjalan seiring dengan proyeksi peningkatan produksi bijih serta tembaga dan emas PTFI.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis