Asap Karhutla Ganggu Bandara Supadio, 73 Jadwal Penerbangan Terdampak

Newswire
Newswire Senin, 14 September 2026 13:07 WIB
Asap Karhutla Ganggu Bandara Supadio, 73 Jadwal Penerbangan Terdampak

Pesawat Jet Air parkir di apron Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (21/8/2026). Bandara Internasional Supadio mengatakan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional Bandara Supadio Pontianak. Antara/Jessica Wuysang/foc.\r\n

Harianjogja.com, PONTIANAK—Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional Bandara Internasional Supadio. Dalam tiga hari terakhir, sebanyak 73 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Supadio terdampak penundaan maupun penjadwalan ulang.

Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Supadio M. Joko Wahyudi mengatakan gangguan terjadi karena jarak pandang di kawasan bandara turun hingga hanya sekitar 300 meter. Kondisi tersebut membuat penerbangan belum dapat beroperasi pada Senin pagi.

"Berdasarkan jadwal, ada beberapa maskapai penerbangan yang akan berangkat pagi tadi, namun karena kondisi jarak pandang yang hanya 300 meter sampai pukul 10.00 WIB, belum ada maskapai yang terbang," kata Joko Wahyudi di Sungai Raya, Senin.

Menurut dia, kondisi jarak pandang terbatas telah berlangsung sejak Sabtu (12/9). Selama periode tersebut, total 73 penerbangan dari dan menuju Bandara Supadio mengalami dampak berupa penundaan maupun penjadwalan ulang.

Operasional Penerbangan Terbatas

Joko mengungkapkan pada Sabtu hanya 11 penerbangan yang dapat beroperasi. Jumlah tersebut terdiri atas enam kedatangan dan lima keberangkatan.

Sehari berikutnya, Minggu (13/9), sebanyak sembilan penerbangan terlaksana. Rinciannya, lima penerbangan kedatangan dan empat penerbangan keberangkatan.

Sementara untuk Senin, pihak Bandara Internasional Supadio masih menunggu informasi dari masing-masing maskapai mengenai keputusan pembatalan atau penjadwalan ulang penerbangan.

Kondisi jarak pandang rendah sebelumnya juga menyebabkan puluhan penerbangan di Supadio dibatalkan pada Sabtu. Otoritas bandara menyebut keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keputusan operasional.

Penumpang Terdampak Dapat Masker dan Makanan

Gangguan penerbangan akibat asap karhutla juga diikuti dengan penyesuaian pelayanan kepada penumpang. Airport Quality & SMS Department Head Bandara Internasional Supadio Yakobus Thomry Toto mengatakan pihaknya menambah personel di area check-in dan ruang tunggu untuk menangani pengguna jasa yang terdampak penundaan maupun perubahan jadwal.

"Selain itu, kami juga melakukan pembagian masker, makanan ringan dan air kepada pengguna jasa yang terdampak penundaan jadwal penerbangan," ujarnya.

Selain menambah personel dan memberikan bantuan kepada penumpang, pihak bandara meningkatkan penyampaian informasi melalui papan pengumuman.

Bandara Internasional Supadio juga melakukan Airport Collaborative Decision Making (A-CDM) bersama maskapai, AirNav Indonesia, dan BMKG. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempercepat pertukaran informasi mengenai kondisi penerbangan.

Melalui koordinasi tersebut, maskapai diharapkan dapat menyampaikan informasi lebih awal kepada penumpang apabila terjadi penundaan atau perubahan jadwal penerbangan akibat kondisi jarak pandang.

Dengan kondisi asap karhutla yang berdampak terhadap jarak pandang, keputusan operasional penerbangan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan. Sementara itu, koordinasi antara bandara, maskapai, AirNav Indonesia, dan BMKG menjadi bagian dari upaya mempercepat penyampaian informasi kepada pengguna jasa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online