Bantuan Beras Dilanjutkan hingga Desember, Ada Tambahan 1 Juta Ton

Newswire
Newswire Jum'at, 11 September 2026 10:37 WIB
Bantuan Beras Dilanjutkan hingga Desember, Ada Tambahan 1 Juta Ton

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kiri) menyerahkan bantuan pangan beras kepada warga di Balai Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (10/9/2026). Antara-Kementerian Koordinator Bidang Pangan)

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember 2026. Pemerintah telah menyetujui tambahan alokasi satu juta ton beras untuk penyaluran periode Oktober–Desember.

Tambahan tersebut melanjutkan bantuan pangan periode Juli–September 2026 yang diberikan sebanyak 10 kilogram (kg) beras per bulan kepada setiap penerima bantuan pangan (PBP).

“Jadi Bapak Ibu yang dapat beras ini sampai September 30 kg, akan dapat lagi untuk tiga bulan berikutnya. Oktober, November, Desember. Sudah disetujui Presiden, ini kita tambah,” kata Zulhas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Zulhas menyampaikan hal tersebut saat meninjau penyaluran bantuan pangan di Kediri, Jawa Timur, Kamis (10/9). Dalam peninjauan di Balai Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, sebanyak 12.000 kg beras disalurkan kepada 400 PBP.

Penerima bantuan berasal dari warga Desa Gogorante, termasuk pekerja ojek daring dan anak yatim. Setiap penerima mendapatkan 30 kg beras sekaligus yang merupakan rapel bantuan masing-masing 10 kg untuk Juli, Agustus, dan September 2026.

Bantuan Beras Dipercepat Saat Paceklik

Zulhas menjelaskan pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan terutama kepada masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4. Percepatan dilakukan agar bantuan dapat segera diterima masyarakat pada masa paceklik.

“Kebijakan ini sebagai bentuk respons cepat atas keluhan masyarakat. Ada laporan harga beras naik, ada yang sulit beli beras, tidak bisa beli beras, dan seterusnya. Kita sebut ini gerak cepat bantu rakyat,” ujar dia.

Menurut Menko Pangan, percepatan bantuan pangan menjadi salah satu dari empat strategi pemerintah untuk menahan kenaikan harga pangan selama musim paceklik.

Selain bantuan pangan, pemerintah menyiapkan penyaluran satu juta ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pemerintah juga menyiapkan 150 ribu ton jagung SPHP bagi peternak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Strategi lainnya yakni pelelangan 380 ribu ton beras sebagai bahan baku industri tepung beras dengan harga minimal Rp11.000 per kg.

Penyaluran Bantuan Juli–September Belum Tuntas

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog menyalurkan 997,2 ribu ton Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk bantuan pangan kepada 33.244.408 PBP pada periode Juli–September 2026.

Penerima bantuan tersebut merupakan masyarakat dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Masing-masing PBP memperoleh 10 kg beras per bulan sehingga total bantuan selama tiga bulan mencapai 30 kg.

Pada 5 September 2026, Perum Bulog mencatat realisasi penyaluran bantuan pangan periode Juli–September baru mencapai sekitar 30% dari total penugasan 997,2 ribu ton.

Pemerintah kemudian meminta penyaluran bantuan tersebut dirapel sebanyak 30 kg sekaligus dan dituntaskan pada September.

Berdasarkan data Bulog per 10 September 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan periode Juli–September telah mencapai 49,86% dari total alokasi sekitar satu juta ton beras untuk 33,2 juta penerima manfaat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online