ASKI Dorong Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat AI dan Hilirisasi

Newswire
Newswire Senin, 07 September 2026 16:07 WIB
ASKI Dorong Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat AI dan Hilirisasi

Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy mendorong hilirisasi dan pemanfaatan AI untuk memperkuat daya saing industri kopi Indonesia. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Industri kopi Indonesia didorong tidak lagi berhenti pada perdagangan bahan mentah. Pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pemetaan drone, traceability, dan robotika mulai diarahkan untuk memperkuat nilai tambah kopi dari hulu hingga hilir.

Arah tersebut menjadi salah satu sorotan dalam penyelenggaraan Jogja Coffee Week (JCW) #6. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Profesor Rachmat Pambudy turut memberikan perhatian terhadap transformasi sektor hilirisasi dan integrasi teknologi dalam pengembangan komoditas kopi nasional.

Ajang yang diselenggarakan ASKI DPD DIY–JATENG tersebut mempertemukan potensi kopi dari berbagai wilayah Indonesia dengan teknologi yang mencakup pemetaan lahan, pencatatan asal-usul produk, AI hingga robotika.

ASKI DPD DIY–JATENG menghadirkan pemetaan lahan berbasis drone melalui kolaborasi dengan NUSATRACE dan AMX. Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung kepastian asal-usul atau traceability produk kopi.

Teknologi juga diperkenalkan dalam interaksi dengan konsumen. LUNA, Barista Meta Human berbasis AI garapan BOTIKA, hadir untuk mendukung komunikasi dan edukasi konsumen, sementara CRUZER, robot servis buatan Mitsindo Visual Pratama, digunakan untuk menjajakan kopi kepada pengunjung.

Ketua Umum DPD ASKI DIY–JATENG Rendy Mahardika mengatakan penerapan teknologi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kopi yang terintegrasi. Teknologi harus menjadi bagian dari perjalanan kopi Indonesia dari hulu hingga hilir.

"Kami ingin menunjukkan bahwa kopi Indonesia tidak hanya memiliki kekuatan dari sisi komoditas dan cita rasa, tetapi juga memiliki peluang besar untuk berkembang melalui teknologi, data, artificial intelligence, dan robotika," tegas Rendy, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, berbagai perangkat yang diperkenalkan dalam JCW #6 tidak berdiri sendiri. Masing-masing teknologi memiliki fungsi yang saling melengkapi mulai dari sektor hulu hingga pelayanan kepada konsumen. Drone bisa membantu melihat dan mendokumentasikan lahan kopi.

"LUNA membawa AI ke dalam komunikasi dan edukasi konsumen, sementara CRUZER memperlihatkan bagaimana robotika dapat digunakan untuk promosi dan pelayanan. Jadi yang kami bawa bukan sekadar teknologi, tetapi sebuah ekosistem," tambahnya.

ASKI DPD DIY–JATENG memperkenalkan Nirmalagiri, varietas kopi Merapi yang penamaannya dianugerahkan langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai ikon identitas daerah.

Dorongan terhadap penguatan ekosistem kopi juga disampaikan Ketua Umum KADIN DIY GKR Mangkubumi. Ia menilai potensi kopi di Jogja dapat menjadi bagian dari kekuatan ekonomi daerah apabila dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak.

"Yogyakarta memiliki potensi besar dalam mengembangkan kopi sebagai bagian dari kekuatan ekonomi daerah. Yang penting adalah bagaimana seluruh ekosistemnya kita bangun bersama, mulai dari petani, pelaku usaha, pemerintah, komunitas hingga sektor teknologi," ujar GKR Mangkubumi.

Ia juga mengimbau penguatan identitas, kreativitas, dan teknologi agar nilai tambah industri kopi dapat terus berkembang.

Ekosistem Kopi dari Hulu hingga Hilir

Ketua Dewan Kopi Indonesia Rusman Heriawan menilai Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan kopi dari berbagai daerah. Namun, tantangannya tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan kopi berkualitas.

Menurutnya, ekosistem yang mampu meningkatkan nilai tambah dari hulu sampai hilir perlu terus dibangun agar kopi Indonesia memiliki daya saing yang semakin kuat.

"Indonesia memiliki kekayaan kopi yang luar biasa dari berbagai wilayah. Tantangannya bukan hanya bagaimana menghasilkan kopi yang berkualitas, tetapi bagaimana kita membangun ekosistem yang mampu meningkatkan nilai tambah dari hulu sampai hilir," ungkap Rusman.

Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan tersebut. Pemetaan, traceability, AI, dan robotika dapat digunakan untuk menghubungkan potensi sumber daya alam dengan kemampuan sumber daya manusia.

"Teknologi seperti pemetaan, traceability, artificial intelligence, dan robotika menunjukkan bahwa industri kopi harus terus berkembang. Kita harus mampu menggabungkan kekuatan sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan perkembangan teknologi," terangnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online