3,49 Juta Lapangan Kerja Ditargetkan Dibuka pada 2027

Reyhan Fernanda Fajarihza
Reyhan Fernanda Fajarihza Rabu, 02 September 2026 22:07 WIB
3,49 Juta Lapangan Kerja Ditargetkan Dibuka pada 2027

Tenaga Kerja. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengejar target pembukaan 3,49 juta lapangan kerja baru pada 2027. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan mengandalkan Program Pemagangan Nasional dan pelatihan tenaga kerja untuk mendekatkan kebutuhan industri dengan kompetensi pekerja.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan strategi tersebut menjadi bagian penting dari program prioritas pemerintah. Menurut dia, penyiapan tenaga kerja tidak dapat dipisahkan dari upaya mempertemukan dunia pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan industri.

“Program kita ada pemagangan, ada vokasi, bagaimana kita terus berusaha mendekatkan industri dengan pelatihan pemagangan,” kata Yassierli saat ditemui usai rapat kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Pemagangan dan Vokasi Jadi Fokus

Yassierli menjelaskan pemagangan dan pelatihan vokasi menjadi dua strategi yang difokuskan Kemenaker dalam penyiapan tenaga kerja di Indonesia. Program tersebut diarahkan untuk membuat kemampuan tenaga kerja lebih sesuai dengan kebutuhan industri.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kemenaker juga menjalin kerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga. Kementerian telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) hingga Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dalam hal dukungan institusi pendidikan.

Kerja sama lintas kementerian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat proses penyiapan tenaga kerja. Kebutuhan industri yang terus berkembang membuat keterhubungan antara pendidikan, pelatihan, dan dunia kerja menjadi perhatian Kemenaker.

Selain pemagangan dan vokasi, Yassierli menyoroti penguatan sektor padat karya. Pemerintah juga menyiapkan industri agar mampu menghadapi perubahan teknologi serta dinamika kebutuhan di pasar kerja.

Kemenaker Soroti Mismatch Tenaga Kerja

Perubahan teknologi turut membawa persoalan baru dalam ketenagakerjaan. Yassierli mengakui kebutuhan pekerja di industri terus mengalami perubahan sehingga diperlukan kemampuan beradaptasi yang lebih baik.

Kondisi tersebut berkaitan dengan persoalan ketidakpaduan atau mismatch antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri dalam negeri. Pemerintah berupaya mengurangi kesenjangan tersebut melalui program pemagangan dan pelatihan vokasi.

“Dan kita tidak berbicara terkait dengan normatif. Makanya program pemerintah seperti pemagangan nasional, [pelatihan] vokasi nasional, sebenarnya tujuan utamanya adalah untuk mengurangi mismatch tadi,” ujar Yassierli.

Dengan pendekatan tersebut, program penyiapan tenaga kerja tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan pekerja. Pemerintah juga berupaya memastikan keterampilan yang diperoleh memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri.

Target 3,49 Juta Lapangan Kerja pada 2027

Target penciptaan lapangan kerja tersebut sebelumnya disampaikan pemerintah dalam sasaran pembangunan berkualitas pada dokumen RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan pembukaan hingga 3,49 juta lapangan kerja baru pada tahun tersebut.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan target itu dalam rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) dengan Menkeu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Hukum, dan Pjs. Gubernur BI pada Kamis (27/8/2026).

Menurut Purbaya, APBN 2027 dirancang sebagai katalis pembangunan. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendorong investasi sekaligus meningkatkan aktivitas perekonomian di Indonesia.

“Penciptaan lapangan kerja baru 2027 saya bacakan angkanya sebanyak 2,57–3,49 juta orang,” kata Purbaya dalam ruang rapat Banggar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Target tersebut menunjukkan rentang penciptaan lapangan kerja baru yang diproyeksikan pemerintah berada pada 2,57 juta hingga 3,49 juta orang. Sementara itu, Kemenaker menyiapkan sisi ketenagakerjaan melalui pemagangan, vokasi, kerja sama dengan institusi pendidikan, serta penguatan sektor padat karya.

Strategi tersebut sekaligus diarahkan untuk menjawab perubahan teknologi dan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. Pemerintah berupaya mengurangi mismatch agar tenaga kerja yang disiapkan memiliki kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online