Pertumbuhan Ekonomi 5,29% Belum Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,29% pada kuartal II 2026 belum mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas. BPS mencatat pekerja mandiri meningkat, sementara p
Tenaga Kerja. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengejar target pembukaan 3,49 juta lapangan kerja baru pada 2027. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan mengandalkan Program Pemagangan Nasional dan pelatihan tenaga kerja untuk mendekatkan kebutuhan industri dengan kompetensi pekerja.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan strategi tersebut menjadi bagian penting dari program prioritas pemerintah. Menurut dia, penyiapan tenaga kerja tidak dapat dipisahkan dari upaya mempertemukan dunia pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan industri.
“Program kita ada pemagangan, ada vokasi, bagaimana kita terus berusaha mendekatkan industri dengan pelatihan pemagangan,” kata Yassierli saat ditemui usai rapat kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Yassierli menjelaskan pemagangan dan pelatihan vokasi menjadi dua strategi yang difokuskan Kemenaker dalam penyiapan tenaga kerja di Indonesia. Program tersebut diarahkan untuk membuat kemampuan tenaga kerja lebih sesuai dengan kebutuhan industri.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kemenaker juga menjalin kerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga. Kementerian telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) hingga Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dalam hal dukungan institusi pendidikan.
Kerja sama lintas kementerian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat proses penyiapan tenaga kerja. Kebutuhan industri yang terus berkembang membuat keterhubungan antara pendidikan, pelatihan, dan dunia kerja menjadi perhatian Kemenaker.
Selain pemagangan dan vokasi, Yassierli menyoroti penguatan sektor padat karya. Pemerintah juga menyiapkan industri agar mampu menghadapi perubahan teknologi serta dinamika kebutuhan di pasar kerja.
Perubahan teknologi turut membawa persoalan baru dalam ketenagakerjaan. Yassierli mengakui kebutuhan pekerja di industri terus mengalami perubahan sehingga diperlukan kemampuan beradaptasi yang lebih baik.
Kondisi tersebut berkaitan dengan persoalan ketidakpaduan atau mismatch antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri dalam negeri. Pemerintah berupaya mengurangi kesenjangan tersebut melalui program pemagangan dan pelatihan vokasi.
“Dan kita tidak berbicara terkait dengan normatif. Makanya program pemerintah seperti pemagangan nasional, [pelatihan] vokasi nasional, sebenarnya tujuan utamanya adalah untuk mengurangi mismatch tadi,” ujar Yassierli.
Dengan pendekatan tersebut, program penyiapan tenaga kerja tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan pekerja. Pemerintah juga berupaya memastikan keterampilan yang diperoleh memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri.
Target 3,49 Juta Lapangan Kerja pada 2027
Target penciptaan lapangan kerja tersebut sebelumnya disampaikan pemerintah dalam sasaran pembangunan berkualitas pada dokumen RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan pembukaan hingga 3,49 juta lapangan kerja baru pada tahun tersebut.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan target itu dalam rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) dengan Menkeu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Hukum, dan Pjs. Gubernur BI pada Kamis (27/8/2026).
Menurut Purbaya, APBN 2027 dirancang sebagai katalis pembangunan. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendorong investasi sekaligus meningkatkan aktivitas perekonomian di Indonesia.
“Penciptaan lapangan kerja baru 2027 saya bacakan angkanya sebanyak 2,57–3,49 juta orang,” kata Purbaya dalam ruang rapat Banggar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Target tersebut menunjukkan rentang penciptaan lapangan kerja baru yang diproyeksikan pemerintah berada pada 2,57 juta hingga 3,49 juta orang. Sementara itu, Kemenaker menyiapkan sisi ketenagakerjaan melalui pemagangan, vokasi, kerja sama dengan institusi pendidikan, serta penguatan sektor padat karya.
Strategi tersebut sekaligus diarahkan untuk menjawab perubahan teknologi dan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. Pemerintah berupaya mengurangi mismatch agar tenaga kerja yang disiapkan memiliki kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,29% pada kuartal II 2026 belum mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas. BPS mencatat pekerja mandiri meningkat, sementara p
KY merespons desakan moratorium seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 serta menegaskan mandat konstitusional tetap dijalankan.
Kunjungan wisatawan ke Kaliurang mencapai 417.291 orang hingga Agustus 2026, dengan jumlah tertinggi tercatat pada Mei.
Kemenkes menjelaskan akses SATUSEHAT RME saat darurat, persetujuan pasien, perlindungan data, hingga manfaat integrasi rekam medis.
Kemenaker menyiapkan pemagangan dan pelatihan vokasi untuk mendukung target 3,49 juta lapangan kerja baru pada 2027.
Lima mahasiswa UGM diduga menjadi korban kekerasan saat aksi demonstrasi di Jogja dan sempat dirawat di RS Panti Rapih.