Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 13 Medali, Ini Rinciannya
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Kantor Pusat WHO. - Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Keputusan Amerika Serikat keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memicu sorotan global terhadap masa depan tata kelola kesehatan internasional, seusai pemerintahan Presiden Donald Trump menilai lembaga tersebut gagal menjalankan peran strategisnya saat pandemi Covid-19.
Langkah penarikan diri itu sebenarnya telah diumumkan Trump sejak hari pertama masa jabatan keduanya pada 2025 melalui perintah eksekutif, yang menandai perubahan drastis arah kebijakan kesehatan luar negeri Amerika Serikat.
Dalam pernyataan bersama Departemen Kesehatan dan Departemen Luar Negeri AS yang dikutip dari Reuters, Sabtu (24/1/2026), pemerintah menyatakan hanya akan menjalin komunikasi terbatas dengan WHO untuk menyelesaikan proses administratif penarikan diri tersebut.
Seorang pejabat senior kesehatan pemerintah AS menegaskan bahwa negaranya tidak berniat berpartisipasi sebagai pengamat maupun kembali bergabung di masa mendatang.
“Kami tidak berencana berpartisipasi sebagai pengamat dan tidak ada rencana untuk bergabung kembali. Ke depan, AS berencana bekerja langsung dengan negara lain, bukan melalui organisasi internasional, dalam pengawasan penyakit dan prioritas kesehatan publik lainnya,” ujarnya.
Berdasarkan ketentuan hukum di Amerika Serikat, pemerintah diwajibkan memberikan pemberitahuan satu tahun sebelum keluar dari WHO serta melunasi seluruh tunggakan iuran, yang nilainya diperkirakan mencapai US$260 juta. Namun demikian, pejabat Departemen Luar Negeri AS membantah bahwa kewajiban pembayaran tersebut menjadi syarat mutlak sebelum penarikan diri efektif.
“Rakyat Amerika telah membayar lebih dari cukup,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan tertulis. Pernyataan itu sejalan dengan dokumen Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) yang dirilis Kamis, yang menyebutkan bahwa pemerintah telah menghentikan seluruh kontribusi pendanaan kepada WHO.
Trump disebut menggunakan kewenangannya untuk menangguhkan aliran sumber daya pemerintah AS ke WHO dengan dalih organisasi tersebut telah merugikan Amerika Serikat hingga triliunan dolar. Sebagai simbol berakhirnya hubungan tersebut, bendera Amerika Serikat dilaporkan telah diturunkan dari depan kantor pusat WHO di Jenewa pada Kamis (22/1/2026) waktu setempat, menurut kesaksian sejumlah pihak.
Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat juga menarik diri dari sejumlah organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lainnya. Sejumlah pengamat menilai peluncuran inisiatif Board of Peace oleh Trump berpotensi melemahkan peran PBB secara keseluruhan dalam menjaga stabilitas global.
Meski demikian, tidak semua pihak sepakat dengan langkah ekstrem tersebut. Beberapa pengkritik WHO memang mengusulkan pembentukan lembaga kesehatan global baru sebagai alternatif. Namun, dokumen usulan yang sempat ditinjau pemerintahan Trump pada tahun lalu justru merekomendasikan agar Amerika Serikat mendorong reformasi internal serta memperkuat kepemimpinan AS di tubuh WHO.
Peluang Amerika Serikat untuk kembali bergabung dengan WHO dinilai semakin kecil. Selama setahun terakhir, sejumlah pakar kesehatan global, termasuk Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mendesak agar keputusan tersebut ditinjau ulang. WHO juga menyatakan bahwa Amerika Serikat belum membayar iuran untuk tahun 2024 dan 2025, sementara isu penarikan diri akan dibahas dalam rapat dewan eksekutif WHO pada Februari mendatang.
“Ini merupakan pelanggaran jelas terhadap hukum AS. Namun Trump sangat mungkin lolos dari konsekuensi,” kata Lawrence Gostin, Direktur Pendiri O’Neill Institute for Global Health Law di Universitas Georgetown. Pernyataan senada disampaikan Ketua Gates Foundation Bill Gates, yang mengatakan kepada Reuters di Davos bahwa kecil kemungkinan Amerika Serikat mengubah keputusannya dalam waktu dekat.
“Kami tetap akan mendorong AS untuk kembali bergabung. Dunia membutuhkan WHO,” ujar Gates. Namun, sambil menunggu kepastian tersebut, WHO telah mulai menghadapi dampak nyata dari keputusan Amerika Serikat.
Penarikan Amerika Serikat dari WHO memicu krisis keuangan serius yang memaksa organisasi tersebut memangkas separuh tim manajemen dan mengurangi skala kerja di berbagai unit. Selama ini, Amerika Serikat merupakan kontributor terbesar WHO dengan porsi sekitar 18 persen dari total pendanaan, dan organisasi itu juga berencana memangkas sekitar seperempat jumlah pegawainya hingga pertengahan tahun ini.
WHO menyatakan tetap menjalin kerja sama dan berbagi informasi dengan Amerika Serikat sepanjang tahun lalu, meskipun mekanisme kolaborasi ke depan masih belum jelas. Para ahli kesehatan global menilai situasi ini membawa risiko besar tidak hanya bagi WHO, tetapi juga bagi sistem kesehatan internasional secara keseluruhan.
“Penarikan AS dari WHO berpotensi melemahkan sistem dan kolaborasi global yang selama ini menjadi tulang punggung deteksi, pencegahan, dan respons terhadap ancaman kesehatan,” ujar Kelly Henning, pimpinan program kesehatan publik di Bloomberg Philanthropies, yang menilai dinamika ini akan berdampak panjang bagi stabilitas kesehatan dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.