Polda DIY Ungkap Alasan 3 Tersangka Kasus GMS Belum Ditahan
Tiga tersangka kasus pembubaran ibadah GMS di Bantul belum ditahan. Polda DIY menyebut ketiganya kooperatif selama penyidikan.
Polresta Tangerang mengerahkan 200 personel gabungan untuk patroli dan penyekatan massa yang hendak menuju Jakarta untuk aksi di Gedung DPR RI. /Antara.
Harianjogja.com, TANGERANG— Polresta Tangerang, Polda Banten mengerahkan sekitar 200 personel gabungan untuk mengantisipasi pergerakan massa dari Tangerang menuju Jakarta. Pengamanan dilakukan mulai dari gerbang tol, jalur perbatasan, stasiun kereta api, hingga sejumlah objek vital dan terminal.
Langkah tersebut dilakukan pada Kamis untuk mencegah mobilitas massa yang hendak mengikuti aksi di Gedung DPR RI, Jakarta. Polisi terutama mengantisipasi keterlibatan remaja dan pelajar dalam pergerakan menuju lokasi aksi.
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Tangerang Kompol Raden Mochammad Sofian mengatakan patroli dan penyekatan difokuskan pada titik-titik yang dinilai rawan menjadi jalur mobilitas massa.
"Kami mempersiapkan untuk mengantisipasi adanya masa yang akan ke Jakarta, khusus wilayah Tangerang. Tentunya kita mengantisipasi adanya para pelajar, baik itu anak-anak SMP maupun SMA, yang ikut aksi," katanya di Tangerang, Kamis.
Sejumlah Jalur Tol dan Perbatasan Dipantau
Pola penyekatan dan pengamanan telah dipetakan di sejumlah titik krusial yang disinyalir menjadi jalur pergerakan massa, khususnya remaja dan pelajar.
Pemantauan dilakukan di jalur perbatasan Gumarang yang berada antara Tangerang dan Curug. Polisi juga menempatkan personel di akses Tol Metro, pintu Tol Balaraja Barat, Balaraja Timur, Kedaton, hingga jalur arteri di Binuang.
Pengawasan tidak hanya dilakukan di jalur darat. Sejumlah stasiun kereta api juga menjadi titik pemantauan, yakni Stasiun Daru, Stasiun Tiga Raksa, dan Stasiun Cikoya.
Personel gabungan turut ditempatkan di berbagai objek vital serta kawasan terminal. Langkah tersebut ditujukan untuk mencegah mobilitas massa dari Tangerang menuju Jakarta melalui berbagai moda transportasi.
200 Personel Gabungan Dikerahkan
Raden mengatakan pengamanan tidak hanya melibatkan jajaran kepolisian. Polresta Tangerang mendapat dukungan dari unsur TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP.
"Untuk memaksimalkan pengamanan, Polresta Tangerang tidak bekerja sendiri. Sebanyak 200 personel kepolisian didukung oleh unsur TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP untuk melaksanakan patroli skala besar," kata Raden.
Meski pengamanan diperketat, polisi tetap mengutamakan pendekatan persuasif. Petugas memberikan imbauan kepada para remaja agar tidak ikut-ikutan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi.
Polisi berharap aksi yang berlangsung di Gedung DPR RI dapat berjalan lancar dan aman. Aspirasi juga diharapkan disampaikan secara konstruktif serta damai.
Pengamanan Disiapkan hingga Minggu
Raden mengatakan durasi pengetatan pengamanan akan mengikuti perkembangan situasi di lapangan. Untuk tahap awal, pola patroli dan penyekatan disiapkan hingga Minggu.
"Terkait durasi pengetatan, pihak kepolisian akan melihat perkembangan situasi di lapangan. Untuk tahap awal, pola pengamanan dan penyekatan disiapkan hingga hari Minggu, dengan penyesuaian berkala bergantung pada dinamika situasi keamanan," ucapnya.
Dengan pola tersebut, personel gabungan akan melakukan pemantauan dan penyesuaian pengamanan berdasarkan perkembangan mobilitas massa serta kondisi keamanan di wilayah Tangerang dan jalur menuju Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tiga tersangka kasus pembubaran ibadah GMS di Bantul belum ditahan. Polda DIY menyebut ketiganya kooperatif selama penyidikan.
Cek link CCTV Jakarta hari ini, Kamis 27 Agustus 2026, untuk memantau kondisi jalan di Senayan, GBK, Bendungan Hilir, dan Kuningan Barat.
Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi pada Kamis pagi. Kolom abu mencapai 2.500 meter dan warga diminta waspada banjir lahar.
Harapan masyarakat Desa Mawu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk memiliki sarana penghubung yang layak kini mulai terealisasi.
BMKG mendeteksi 1.079 titik panas di Kalsel. Seluruh wilayah masuk zona merah atau sangat mudah terbakar sehingga warga diminta waspada karhutla.
Dompet Dhuafa terus melanjutkan respons kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan logistik kepada para penyintas gempa di wilayah terdampak.