Kabut Asap Mulai Mereda, Transportasi Udara Kalimantan Mulai Pulih

Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina Senin, 24 Agustus 2026 18:37 WIB
Kabut Asap Mulai Mereda, Transportasi Udara Kalimantan Mulai Pulih

Petugas melakukan pemadaman pada lahan yang terbakar. Fenomena El Nino yang berlangsung sejak Juli 2026 telah menaikkan risiko karhutla di Indonesia./Dok. KLH\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan layanan transportasi darat, laut, dan udara di wilayah Kalimantan tetap berjalan normal di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi kabut asap di sejumlah wilayah juga mulai mereda, termasuk di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Berdasarkan laporan lapangan yang diterima Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pelayanan transportasi tetap dijalankan untuk memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik berlangsung dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, serta kelancaran perjalanan.

"Aktivitas pergerakan penumpang maupun distribusi logistik tetap berlangsung sesuai standar keselamatan yang berlaku," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2026).

Meski kondisi mulai membaik, pemantauan karhutla, kualitas udara, dan dampaknya terhadap operasional transportasi tetap dilakukan secara berkala. Kemenhub memastikan aspek keamanan dan keselamatan menjadi prioritas dalam layanan transportasi.

Sejumlah Penerbangan Sempat Terdampak

Dudy mengatakan masih terdapat sejumlah penerbangan yang terdampak kabut asap, terutama di Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan. Namun, kondisi di wilayah tersebut kini berangsur kondusif.

Selain menjaga operasional transportasi, Kemenhub turut mendukung penanganan karhutla melalui fasilitasi penggunaan pesawat udara registrasi asing untuk kegiatan pemadaman dan penanganan dampak bencana.

Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub telah memproses 35 izin khusus penggunaan pesawat udara registrasi asing. Pesawat tersebut berasal dari Australia, Rusia, Amerika, Ukraina, Selandia Baru, Laos, Vietnam, dan Kanada.

Dari daftar tersebut, pesawat registrasi asal Amerika mendominasi dengan jumlah 14 unit.

Pesawat udara asing yang telah mendapatkan izin khusus dapat dipindahkan ke lokasi lain yang membutuhkan dukungan penanganan bencana. Ketentuan tersebut mengacu pada Keputusan Dirjen Perhubungan Udara Nomor KP. 9 Tahun 2021 tentang Otorisasi Pengoperasian Pesawat Udara Asing.

Untuk mempercepat respons terhadap kondisi karhutla yang dapat berubah sewaktu-waktu, pesawat yang telah memperoleh izin khusus juga dapat melakukan reposisi ke lokasi lain yang terdampak bencana. Operator cukup menyampaikan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam waktu 1 x 24 jam terkait reposisi tersebut.

Bandara Singkawang Sempat Terdampak Asap Tebal

Sebelumnya, Kemenhub melaporkan asap tebal berdampak terhadap operasional Bandara Singkawang (SKJ) dan menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan.

Pada 16 Agustus 2026, jarak pandang di Bandara Singkawang sekitar 3.000 meter. Penerbangan TransNusa terdampak dengan 174 penumpang rute Bandara Soekarno Hatta (CGK)-Bandara Singkawang (SKJ) dan 153 penumpang rute SKJ-CGK.

Pada hari yang sama, Super Air Jet terdampak dengan 180 penumpang rute CGK-SKJ dan 87 penumpang rute SKJ-CGK.

Kemudian pada 18 Agustus, jarak pandang sekitar 2.000 meter. TransNusa terdampak masing-masing 174 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK, sedangkan Super Air Jet masing-masing terdampak 180 dan 179 penumpang.

Pada 19 Agustus, jarak pandang sekitar 2.500 meter. TransNusa terdampak masing-masing 164 dan 165 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK, sementara Super Air Jet masing-masing 180 penumpang pada kedua rute tersebut.

Penumpang yang terdampak mendapatkan penanganan berupa full refund dan perubahan tanggal penerbangan secara gratis hingga 7 hari ke depan sesuai kebijakan maskapai.

Kondisi Bandara di Kalimantan Timur

Di Kalimantan Timur, pemantauan dilakukan di tujuh bandara, yakni Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, Kalimarau, Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan.

Bandara Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan beroperasi normal. Sementara itu, bandara lainnya masih terus dipantau.

Sejumlah Bandara di Kalimantan Tengah Dipantau

Di Kalimantan Tengah, Kemenhub melakukan pemantauan di Bandara Tjilik Riwut, Iskandar, H. Asan, H.M. Sidik, Tumbang Samba, Kuala Kurun, Kuala Pembuang, Sanggu, dan Bandara Khusus Puruk Cahu.

Bandara Tumbang Samba dan Bandara Khusus Puruk Cahu tercatat beroperasi normal.

Sementara itu, dampak asap di Bandara Iskandar-Pangkalan Bun (PKN) menyebabkan keterlambatan penerbangan NAM Air. Penerbangan CGK-PKN yang semula dijadwalkan pukul 07.00 menjadi 08.50 WIB, sedangkan PKN-SRG berubah dari 07.30 menjadi 09.38 WIB.

Adapun penerbangan SRG-PKN mengalami perubahan dari 10.15 menjadi 12.05 WIB dan PKN-SUB dari 10.45 menjadi 12.34 WIB.

Pemantauan Bandara di Kalimantan Utara

Di Kalimantan Utara, pemantauan dilakukan di Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan.

Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan beroperasi normal. Sementara itu, bandara lainnya masih berada dalam pemantauan Kemenhub seiring kondisi karhutla dan kualitas udara yang dapat memengaruhi operasional penerbangan.

Dengan kondisi kabut asap yang mulai mereda di sejumlah wilayah, layanan transportasi di Kalimantan tetap berjalan. Namun, pemantauan terhadap kondisi udara dan dampak karhutla masih dilakukan untuk menjaga keselamatan perjalanan penumpang maupun distribusi logistik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online