PHM Rampungkan Proyek SNB AOI, Pasokan Gas Mahakam Diperkuat

Nurbaiti
Nurbaiti Kamis, 03 September 2026 22:07 WIB
PHM Rampungkan Proyek SNB AOI, Pasokan Gas Mahakam Diperkuat

Kilang minyak lepas pantai. - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JAKARTA— PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) merampungkan Proyek Pengembangan Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) 1-3-5 di Wilayah Kerja (WK) Mahakam. Penyelesaian proyek ditandai dengan mulai beroperasinya platform terakhir, WPN-5, pada 24 Agustus 2026, yang sekaligus memperkuat upaya menjaga pasokan gas dari salah satu lapangan migas mature di Indonesia.

Setelah platform tersebut beroperasi, produksi awal dari Sumur NB-501 tercatat mencapai 6,12 juta standar kaki kubik gas per hari (MMscfd). Produksi tersebut diperoleh setelah sumur melalui tahapan peningkatan produksi secara bertahap.

Rampungnya proyek SNB AOI 1-3-5 melengkapi seluruh fasilitas produksi yang dibangun untuk pengembangan di Lapangan Sisi Nubi. Proyek tersebut menjadi salah satu bagian dari strategi PHM dalam mempertahankan produksi gas dari WK Mahakam sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan energi.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Muharram Jaya Panguriseng mengatakan pengembangan lapangan migas tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap keberlanjutan pasokan gas Indonesia dalam jangka panjang.

“Di PHI, kami terus berinvestasi dalam pengembangan lapangan migas, seperti pada proyek PHM SNB AOI 1-3-5,” kata Muharram dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Menurut dia, investasi tersebut sejalan dengan visi dan misi perusahaan. Langkah itu juga menjadi bagian dari komitmen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina (Persero) selaku subholding upstream dan holding untuk menyediakan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia.

Teknologi dan Inovasi

Muharram mengungkapkan penyelesaian proyek SNB AOI 1-3-5 juga memperlihatkan penerapan teknologi serta inovasi dalam pengembangan lapangan migas.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi dan inovasi, didukung budaya keselamatan serta kolaborasi yang kuat, dapat menghasilkan proyek yang andal untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Pengoperasian WPN-5 belum menjadi akhir dari seluruh pekerjaan pengembangan di area tersebut. PHM masih melanjutkan pengerjaan Sumur NB-502 sebagai bagian dari rangkaian pengembangan Lapangan Sisi Nubi.

Saat ini, Tim Well Intervention melakukan pemasangan sand screen. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk mengendalikan pasir yang berasal dari formasi sekaligus menjaga keandalan produksi.

Setelah proses tersebut selesai, Sumur NB-502 akan memasuki tahap Put on Production (POP). Tingkat produksinya nantinya akan disesuaikan dengan prognosis dan batas operasi mechanical screen agar kegiatan produksi tetap berlangsung secara aman dan optimal.

Enam Platform Dibangun

WPN-5 merupakan platform keenam sekaligus yang terakhir dalam rangkaian proyek SNB AOI 1-3-5. Sebelum platform tersebut beroperasi, PHM telah mengoperasikan lima platform lainnya secara bertahap.

Rinciannya, WPS-4 mulai beroperasi pada 4 Desember 2025, kemudian WPS-5 pada 21 Februari 2026. Selanjutnya, WPN-7 beroperasi pada 23 Maret 2026, WPN-6 pada 5 Juni 2026, dan WPN-8 pada 5 Juli 2026.

Dengan beroperasinya WPN-5 pada 24 Agustus 2026, seluruh platform yang menjadi bagian dari proyek SNB AOI 1-3-5 telah beroperasi.

Secara keseluruhan, proyek tersebut mencakup pembangunan enam jacket, enam topside, tiga extension platform, 18 riser, serta sekitar 22 kilometer pipa bawah laut.

Pembangunan berbagai fasilitas tersebut membutuhkan sekitar 11.000 metrik ton baja. Besarnya lingkup pekerjaan menunjukkan kompleksitas pengembangan lapangan migas lepas pantai di WK Mahakam.

Dalam pengerjaan proyek, PHM juga menerapkan inovasi rekayasa Suction Pile Foundation. Teknologi tersebut digunakan untuk memasang fondasi baja ke dasar laut dengan memanfaatkan tekanan.

Penerapan teknologi Suction Pile Foundation membantu meningkatkan efisiensi proses instalasi sekaligus mempertahankan keandalan struktur lepas pantai. Teknologi tersebut juga memberikan dampak terhadap durasi pemasangan jacket.

PHM mencatat penggunaan teknologi itu mampu memangkas waktu pemasangan jacket dari sekitar dua minggu menjadi lima hari. Proses tersebut tetap dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan.

Libatkan Tenaga Kerja Lokal

Selain berkontribusi terhadap penambahan produksi gas, proyek SNB AOI 1-3-5 juga memberikan dampak melalui keterlibatan tenaga kerja lokal.

Pelaksanaan proyek turut melibatkan pemanfaatan industri nasional serta meningkatkan kapasitas nasional dalam mengerjakan proyek pengembangan lapangan migas dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi.

Aspek tersebut menjadi bagian dari pengembangan proyek yang tidak hanya berorientasi pada tambahan produksi, tetapi juga pada peningkatan kemampuan nasional dalam mendukung industri hulu migas.

Penyelesaian proyek SNB AOI 1-3-5 sekaligus menjadi bagian dari upaya PHM menjaga keandalan produksi WK Mahakam. Strategi tersebut dilakukan melalui pengembangan fasilitas dan sumur baru di lapangan yang telah memasuki fase mature.

Dengan seluruh platform dalam proyek SNB AOI 1-3-5 telah beroperasi, fokus pengembangan selanjutnya diarahkan pada Sumur NB-502 serta optimalisasi produksi dari fasilitas yang telah dibangun.

Produksi awal Sumur NB-501 yang mencapai 6,12 MMscfd menjadi salah satu tambahan dari pengembangan tersebut. Sementara itu, proses pada Sumur NB-502 masih berjalan melalui pemasangan sand screen sebelum memasuki tahapan Put on Production.

Pengembangan SNB AOI 1-3-5 menjadi salah satu langkah PHM dalam mempertahankan produksi WK Mahakam sekaligus mendukung keandalan pasokan gas Indonesia. Penerapan teknologi, penguatan keselamatan, kolaborasi, keterlibatan tenaga kerja lokal, serta pemanfaatan industri nasional menjadi bagian dari pelaksanaan proyek tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis