NTT Diguncang Gempa Susulan M5,2, BMKG: Masih Terus Terjadi

Newswire
Newswire Minggu, 16 Agustus 2026 08:57 WIB
NTT Diguncang Gempa Susulan M5,2, BMKG: Masih Terus Terjadi

Seismograf gempa bumi - Ilustrasi/StockCake

Harianjogja.com, JAKARTA— Gempa susulan masih mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Terbaru, gempa susulan bermagnitudo 5,2 terjadi pada Minggu pagi dan tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan informasi terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa M5,2 tersebut terjadi pada pukul 06:12;54 WIB. Pusat gempa berada 84 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG terus memantau rangkaian gempa susulan setelah gempa utama M7,7. Gempa utama tersebut dipicu pergerakan sesar naik atau thrust fault yang menyebabkan guncangan kuat dan potensi tsunami.

235 Gempa Susulan Tercatat hingga Sabtu Siang

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan gempa susulan terus terjadi dengan magnitudo berkisar 2,5 hingga 6,2. Sebagian besar aktivitas gempa tersebut terkonsentrasi di wilayah utara Pulau Flores.

Hingga Sabtu pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 235 kali gempa susulan. Aktivitas tersebut masih terus dipantau untuk melihat perkembangan frekuensinya dari waktu ke waktu.

Berdasarkan grafik yang diamati BMKG, jumlah gempa susulan tersebut belum memasuki fase peluruhan.

"Dari jam ke jam kita amati, hingga saat ini belum mengalami peluruhan," kata Faisal.

Menurut Faisal, kondisi tersebut masih tergolong normal dalam rangkaian gempa besar. Berdasarkan pengalaman kejadian gempa sebelumnya, termasuk gempa di Maluku Utara, proses peluruhan gempa susulan umumnya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.

"Umumnya peluruhan akan terjadi 2-3 minggu seperti gempa di Maluku Utara yang baru-baru ini terjadi," katanya seperti dilansir bmkg.go.id, Minggu (16/8/2026).

Dengan kondisi tersebut, BMKG meminta masyarakat tetap waspada karena gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

"Diperlukan waktu hingga gempa-gempa susulan ini akan luruh setelah 2 atau 3 minggu," ujarnya.

Korban Gempa NTT Capai 47 Orang

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Flores M7,7 mencapai 47 orang berdasarkan data sementara hingga Sabtu pukul 18.48 WIB.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten.

"Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Manggarai Barat 1 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang. Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka," kata Berton SP Panjaitan dalam keterangannya.

Rangkaian gempa susulan tersebut terjadi setelah gempa utama M7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu pagi. BMKG masih melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik di kawasan tersebut, sementara masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan guncangan berikutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online