KPK: Rp1,5 Miliar Mengalir ke Orang Kepercayaan Nusron di Kasus HGB Summarecon
KPK mengungkap aliran uang Rp1,5 miliar dari bos Summarecon kepada Erwin dalam dugaan pengurusan blokir SHGB dan pemecahan HGB.
Krisis migrasi di Ceuta memicu bentrokan warga dengan migran asal Maroko. Polisi dikerahkan, sementara ketegangan terus meningkat. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Krisis migrasi di Ceuta, kota otonom Spanyol yang berada di kawasan Afrika Utara, terus memanas. Ketegangan antara warga dan migran ilegal asal Maroko dilaporkan meningkat hingga memicu bentrokan di sejumlah lokasi, sementara aparat keamanan dikerahkan untuk mengantisipasi meluasnya kerusuhan.
Laporan media setempat serta video yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi yang semakin tidak kondusif di wilayah perbatasan tersebut.
Video Bentrokan Beredar di Media Sosial
Seorang blogger asal Spanyol, David Santos, mengunggah rekaman video melalui platform X yang memperlihatkan aksi kejar-kejaran antara warga dan para migran di jalanan Ceuta.
Dalam unggahannya, ia menyebut warga keturunan Maroko yang telah lama menetap di kawasan El Príncipe ikut mengusir para migran yang berupaya memasuki Ceuta secara ilegal.
Grup WhatsApp Jadi Sorotan
Media lokal Ceuta Actualidad melaporkan munculnya grup WhatsApp bernama "Viva España" yang telah memiliki lebih dari 800 anggota.
Menurut laporan tersebut, sejumlah anggota grup mengusulkan untuk melakukan aksi dengan "memukuli para migran dengan tongkat".
Pemimpin Partai Kecam Aksi Main Hakim Sendiri
Presiden Partai Andalusi, Dris Mohamed, mengatakan kepada stasiun radio Cadena SER bahwa sekelompok pemuda diketahui melakukan pemukulan terhadap orang-orang yang baru memasuki Ceuta.
Ia mengecam tindakan main hakim sendiri tersebut, meski mengaku memahami keresahan yang dirasakan sebagian warga setempat.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Cadena SER juga melaporkan sejumlah toko memilih menutup operasional sementara karena alasan keamanan.
Polisi Dikerahkan di Sejumlah Titik
Kepolisian nasional maupun kepolisian daerah telah menempatkan personel di berbagai lokasi strategis guna mencegah aksi pencurian maupun kerusuhan yang dikhawatirkan semakin meluas.
Langkah pengamanan dilakukan seiring meningkatnya rasa takut dan kekhawatiran masyarakat akibat situasi yang belum kondusif.
Puluhan Ribu Migran Masuk Ceuta
Sebelumnya, Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas menyatakan sekitar 60 ribu orang dari Maroko memasuki Ceuta dalam kurun waktu 24 jam.
Di sisi lain, surat kabar El Pais melaporkan jumlah migran yang meninggal dunia saat berupaya menyeberang menuju Ceuta mencapai 57 orang, menambah panjang daftar korban dalam krisis migrasi yang melanda kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mengungkap aliran uang Rp1,5 miliar dari bos Summarecon kepada Erwin dalam dugaan pengurusan blokir SHGB dan pemecahan HGB.
Pemerintah menarik dan mencabut izin 25 merek beras fortifikasi karena diduga tak sesuai kandungan dan mutu pada label.
BKSDA Yogyakarta mendalami kemunculan Monyet Ekor Panjang di Hargowilis. SM Sermo ditegaskan bukan habitat alami primata tersebut.
Polisi menangkap dua pelaku pencurian Rp14,5 juta dari laci SPBU Salaman, Magelang. Keduanya dibekuk enam hari setelah kejadian.
Akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk sejenak melepas penat, berkumpul bersama orang-orang terdekat, sekaligus menikmati hidangan yang menggugah selera.
Turis Eropa ke Sleman naik 50% saat high season. HPI Sleman menyoroti destinasi yang mendadak tutup dan aturan booking wisata.