Seruan Migrasi Massal ke Ceuta Muncul, Spanyol Perketat Pengamanan

Newswire
Newswire Sabtu, 08 Agustus 2026 21:07 WIB
Seruan Migrasi Massal ke Ceuta Muncul, Spanyol Perketat Pengamanan

Ribuan imigran gelap memasuki wilayah Spanyol/Time

Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah Spanyol memperketat pengamanan di Ceuta, wilayah kantong negara tersebut di pesisir Afrika Utara, menyusul munculnya seruan di media sosial untuk kembali menggelar aksi masuknya migran secara massal.

Sekitar 300 personel polisi antihuru-hara dan 2.000 tentara dikerahkan ke Ceuta untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang migrasi baru.

Surat kabar 20minutos melaporkan pada Sabtu bahwa sejumlah unggahan di media sosial menyerukan kedatangan migran secara besar-besaran ke Ceuta pada 15 Agustus 2026.

Pemerintah Spanyol kini meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah terulangnya arus migrasi dalam jumlah besar seperti yang terjadi sebelumnya.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyatakan telah mempersiapkan langkah untuk menghadapi kemungkinan insiden baru. Sementara itu, Kementerian Pertahanan mengatakan pasukan yang saat ini ditempatkan di Ceuta akan tetap berada di wilayah tersebut hingga terdapat keputusan lebih lanjut.

Langkah pengamanan tersebut dilakukan setelah Ceuta mengalami gelombang masuknya migran dalam jumlah besar dari wilayah Maroko pada akhir Juli.

Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska sebelumnya mengatakan sekitar 72.000 migran telah memasuki wilayah Spanyol di kawasan pesisir Afrika Utara. Dari jumlah tersebut, sekitar 70.000 orang kemudian kembali ke Maroko.

Sementara itu, otoritas Maroko memperkirakan sekitar 40.000 orang telah memasuki wilayah Ceuta dalam gelombang migrasi tersebut.

Krisis Migrasi Memakan Korban Jiwa

Gelombang migrasi yang terjadi di Ceuta juga menimbulkan korban jiwa. Sedikitnya 100 migran dilaporkan meninggal dunia ketika berusaha memasuki wilayah kantong Spanyol tersebut.

Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas mengonfirmasi jumlah korban jiwa tersebut pada Kamis (6/8). Pernyataan itu disampaikan setelah sebelumnya media Cadena SER melaporkan jumlah korban mencapai sedikitnya 141 migran dalam upaya memasuki Ceuta pada Rabu (5/8).

Vivas menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang terdampak tragedi tersebut.

"Saya ingin sekali lagi menyampaikan rasa terima kasih kami dan, atas nama seluruh warga Ceuta, saya tekankan dua hal. Pertama, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi yang tidak dapat dikendalikan akibat sekitar 100 korban jiwa karena gelombang besar krisis migrasi ini," kata Vivas pada Kamis (6/8).

Menurut Vivas, situasi tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi Ceuta akibat meningkatnya tekanan migrasi.

Ceuta merupakan salah satu wilayah Spanyol yang berada di Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan Maroko. Posisi geografis tersebut menjadikan kawasan itu sebagai salah satu jalur yang digunakan migran untuk berusaha memasuki wilayah Uni Eropa.

Peningkatan arus migrasi juga membuat pemerintah setempat membutuhkan dukungan lebih besar untuk menangani situasi di lapangan.

Spanyol Minta Dukungan Uni Eropa

Di tengah meningkatnya tekanan migrasi, Pemerintah Spanyol juga meminta dukungan dan solidaritas dari negara-negara Uni Eropa.

Wali Kota Ceuta menilai lembaga-lembaga Uni Eropa memiliki peran penting dalam membantu Spanyol menghadapi situasi tersebut.

Selain persoalan keamanan dan pengendalian perbatasan, meningkatnya arus migrasi juga menimbulkan tantangan kemanusiaan bagi Ceuta.

Vivas menegaskan pemerintah dan masyarakat Ceuta tetap membutuhkan dukungan untuk menghadapi dampak dari krisis migrasi tersebut.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa lembaga-lembaga Uni Eropa dapat membantu Spanyol menangani situasi yang berlangsung.

Sementara itu, pengerahan ribuan personel keamanan ke Ceuta menunjukkan pemerintah Spanyol memilih meningkatkan kesiapsiagaan sebelum seruan migrasi massal yang beredar secara daring pada 15 Agustus tersebut berpotensi terealisasi.

Pasukan dan polisi yang ditempatkan di wilayah tersebut akan terus disiagakan hingga pemerintah mengambil keputusan berikutnya mengenai status pengamanan Ceuta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online