Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa
Nusron Wahid kembali mangkir dari pemeriksaan KPK. Penyidik mempertimbangkan pemanggilan ulang hingga jemput paksa dalam kasus Rp106,3 miliar.
Kubu Don Ritto berencana mengajukan praperadilan atas penyitaan emas 74 kilogram dan valas dalam perkara yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah. /Instagram.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kubu Don Ritto berencana menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan praperadilan terkait penyitaan uang valuta asing (valas) dan emas dalam perkara yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Gugatan tersebut akan diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Rencana itu disampaikan Kuasa Hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, yang menyebut kliennya telah memberikan penjelasan kepada penyidik mengenai asal-usul uang dan emas yang disita dalam proses penyidikan.
"Klien kami sudah menjelaskan secara gamblang dari mana asal-usul uang dan emas itu serta untuk apa. Mestinya Tim 9 menguji relevansi secara formal dan materiil," ujarnya di Kejagung, dikutip Minggu (26/7/2026).
Klaim Barang Sitaan Tidak Berkaitan dengan Febrie
Handika menegaskan uang maupun emas yang disita dalam perkara tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan Febrie Adriansyah. Karena itu, menurutnya, penyidik seharusnya terlebih dahulu menguji hubungan barang bukti tersebut secara formal maupun materiil sebelum melakukan penyitaan.
Ia mengatakan pihak yang mengklaim sebagai pemilik valuta asing dan emas tersebut akan mengajukan permohonan praperadilan sebagai bentuk keberatan atas tindakan penyitaan.
Meski belum mengungkap identitas pihak yang akan mengajukan gugatan maupun waktu pengajuan secara rinci, Handika memastikan langkah hukum itu akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Para pemilik uang dan emas kemungkinan akan mengajukan gugatan praperadilan atas penyitaan aset mereka ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tunggu tanggal mainnya," pungkasnya.
Barang Bukti Berasal dari Sejumlah Lokasi Penggeledahan
Sebelumnya, penyidik kepolisian menyita uang dan emas dalam penggeledahan yang dilakukan di Kafe de'Clan, Koin Money Changer, serta rumah di Sentul milik mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
Seluruh barang bukti tersebut kemudian diserahkan kepada Kejaksaan Agung RI sebagai bagian dari proses pelimpahan perkara dari Polri.
Kejagung Terbitkan Empat Sprindik Baru
Setelah menerima pelimpahan perkara, Kejaksaan Agung menerbitkan empat surat perintah penyidikan (sprindik) baru.
Salah satu sprindik tersebut berkaitan dengan penyelidikan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas temuan barang bukti berupa emas seberat 74 kilogram dan valuta asing bernilai ratusan miliar rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Nusron Wahid kembali mangkir dari pemeriksaan KPK. Penyidik mempertimbangkan pemanggilan ulang hingga jemput paksa dalam kasus Rp106,3 miliar.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu, 28 Oktober 2026. Ada enam keberangkatan tiap arah dengan tarif Rp12.000.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, lengkap dengan jam keberangkatan, lima pilihan tujuan, dan tarif Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 28 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.