Serangan AS ke Iran Meluas, Lima Provinsi Jadi Sasaran

News Writer
News Writer Jum'at, 24 Juli 2026 22:17 WIB
Serangan AS ke Iran Meluas, Lima Provinsi Jadi Sasaran

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Serangan udara Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah target militer di Iran terus berlangsung hingga 13 malam berturut-turut sampai Jumat (24/7/2026) pagi waktu setempat. Serangan terbaru dilaporkan menyasar lima provinsi di Iran dan memicu korban jiwa maupun luka-luka di sejumlah wilayah.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi militer tersebut dilakukan untuk mengurangi ancaman terhadap kapal sipil dan komersial yang melintasi Selat Hormuz. Di tengah meningkatnya ketegangan, jalur pelayaran internasional di kawasan itu dilaporkan masih terbuka dengan dukungan pengawalan militer AS.

CENTCOM menyebut serangan udara menyasar sejumlah fasilitas strategis milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Target operasi meliputi pusat komando dan kendali militer, fasilitas penyimpanan drone, jaringan komunikasi canggih, serta sistem pengawasan pantai dan kemampuan angkatan laut IRGC.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan serangan rudal dan drone AS pada Jumat pagi menyasar lima provinsi, yakni Isfahan, Khuzestan, Lorestan, Markazi, dan Hormozgan.

Serangan di Provinsi Khuzestan dilaporkan menewaskan empat orang dan melukai lima lainnya setelah rudal menghantam area di sekitar Kota Ahvaz. Sementara itu, dua orang dilaporkan terluka dalam serangan di Provinsi Hormozgan.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan di Provinsi Isfahan, Lorestan, dan Markazi.

Di Provinsi Lorestan, Wakil Pejabat Politik dan Keamanan Saeed Pourali mengatakan serangan AS menyebabkan dua orang terluka. Serangan tersebut terjadi di wilayah pinggiran Khorramabad, ibu kota provinsi tersebut.

Di tengah eskalasi konflik, Selat Hormuz dilaporkan tetap terbuka untuk pelayaran internasional. Kapal-kapal komersial masih melintasi jalur tersebut dengan pengawalan militer AS.

Situasi itu berlangsung di tengah pengerahan lebih dari 50.000 pasukan AS di kawasan Timur Tengah.

Perkembangan terbaru tersebut menambah ketegangan strategis antara Washington dan Teheran. Komunitas internasional kini terus memantau arah eskalasi konflik serta dampaknya terhadap keamanan kawasan Teluk Arab dan jalur perairan strategis di sekitarnya.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyatakan terdapat dua kapal tanker minyak meledak saat melintasi jalur pelayaran di selatan Selat Hormuz.

Iran menuding insiden tersebut terjadi ketika kedua kapal dipaksa militer Amerika Serikat melewati jalur yang disebut tidak aman sehingga kembali meningkatkan ketegangan di salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin (20/7/2026), IRGC menyebut kedua tanker tersebut tidak dapat melanjutkan pelayaran setelah mengalami ledakan. Menurut IRGC, kapal-kapal itu berusaha melintasi jalur pelayaran di bawah tekanan dan paksaan militer Amerika Serikat.

Iran sekaligus memperingatkan bahwa selama operasi militer Amerika Serikat masih berlangsung di kawasan tersebut, jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz tetap menghadapi risiko keamanan.

"Selama agresi Amerika Serikat terus berlanjut di kawasan ini, jalur tersebut tidak akan aman bagi pengiriman pupuk, minyak maupun gas," tertulis dalam pernyataan IRGC yang diberitakan Anadolu, dilansir dari Antara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis