Bencana Longsor di China Tewaskan 1 Orang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi

Jumali
Jumali Sabtu, 05 September 2026 15:47 WIB
Bencana Longsor di China Tewaskan 1 Orang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi

Foto ilustrasi tanah longsor dibuat menggunakan artificial intelligence.

Harianjogja.com, JOGJA—Bencana tanah longsor yang melanda wilayah timur China pada Sabtu (5/9/2026) menewaskan satu orang dan menyebabkan 11 warga lainnya masih dinyatakan hilang.

Longsor terjadi di salah satu desa di Kabupaten Suichuan, Provinsi Jiangxi, setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras selama beberapa hari akibat dampak Siklon Tropis Saudel.

Peristiwa itu terjadi pada dini hari ketika sebagian lereng di kawasan permukiman mengalami longsor dan menghantam sejumlah rumah warga. Selain menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut juga merusak belasan bangunan di lokasi terdampak.

Tim penyelamat segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian korban sekaligus mengevakuasi warga yang tinggal di kawasan rawan. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan akibat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

Mengutip laporan Associated Press (AP), otoritas setempat menyatakan satu orang yang berhasil ditemukan di lokasi bencana sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, dua warga lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup dan selamat. Hingga Sabtu siang, operasi pencarian terhadap 11 orang yang masih hilang terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur penyelamat.

Bencana ini merupakan bagian dari dampak luas yang ditimbulkan Siklon Tropis Saudel di sejumlah wilayah China timur dalam beberapa hari terakhir.

Menurut kantor berita resmi China, Xinhua, Saudel sempat mendarat dua kali di Provinsi Zhejiang pada Jumat (28/8/2026) sebelum kembali mencapai daratan untuk ketiga kalinya sebagai badai tropis di Provinsi Fujian.

Provinsi Zhejiang dan Fujian diketahui berbatasan langsung dengan Jiangxi, sehingga hujan deras yang dibawa sistem cuaca tersebut turut memengaruhi wilayah di sekitarnya.

Di Provinsi Fujian, pihak berwenang juga melaporkan adanya warga yang hilang setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Namun hingga kini jumlah pasti korban yang belum ditemukan masih terus didata.

Kerusakan parah juga dilaporkan terjadi di Kota Huating, Putian. Lebih dari 100 rumah dilaporkan runtuh akibat hujan berkepanjangan yang melemahkan struktur bangunan dan memicu banjir di sejumlah kawasan.

Situasi semakin memburuk setelah sebuah tanggul jebol pada Kamis (3/9/2026). Luapan air dari tanggul tersebut menyebabkan banjir merendam sejumlah desa dan membuat banyak warga terjebak di rumah maupun area permukiman mereka.

Pemerintah China kemudian meningkatkan status penanganan darurat di sejumlah wilayah terdampak. Evakuasi massal dilakukan untuk mengurangi risiko korban jiwa akibat banjir dan longsor yang masih berpotensi terjadi.

Hingga Jumat (4/9/2026), sekitar 600.000 warga telah dievakuasi dari kawasan pesisir maupun daerah daratan yang dinilai berisiko tinggi di Provinsi Fujian.

Rekaman yang ditayangkan stasiun televisi pemerintah CCTV memperlihatkan kondisi banjir yang mengubah sejumlah ruas jalan menjadi aliran air menyerupai sungai. Dalam proses penyelamatan, petugas menggunakan perahu karet untuk menjangkau warga yang terisolasi akibat genangan dan arus banjir.

Otoritas setempat masih memantau perkembangan cuaca dan memperingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Hujan deras yang masih mungkin terjadi dikhawatirkan dapat memicu longsor baru maupun memperparah banjir di wilayah yang sudah terdampak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online