33 Negara Siapkan Pangan Darurat, Stok Beras Indonesia 25 Juta Ton
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Foto ilustrasi dropping air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. /Istimewa
Harianjogja.com, KLATEN—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 10.407 jiwa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, masih bergantung pada bantuan 1,18 juta liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat dampak musim kemarau. Bantuan tersebut telah disalurkan secara bertahap selama hampir satu bulan terakhir kepada warga di wilayah yang mengalami kekeringan.
Data BNPB menunjukkan warga terdampak berasal dari 3.148 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat desa di Kecamatan Kemalang, yakni Desa Kendalsari, Desa Tegalmulyo, Desa Tlogowatu, dan Desa Sidorejo.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pemerintah daerah terus mengintensifkan penanganan krisis air bersih melalui koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten dan pemerintah desa.
Distribusi Air Bersih Dilakukan Bertahap
Menurut Abdul, bantuan air bersih telah disalurkan sepanjang 15 Juni hingga 13 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya penanganan darurat kekeringan.
"Pasokan air bersih sebanyak 1,18 juta liter itu didistribusikan melalui 236 armada tangki air bersih yang dikerahkan secara berkala ke lokasi-lokasi terdampak kekeringan," kata Abdul Muhari di Jakarta, Selasa.
Distribusi dilakukan secara bertahap agar pasokan air tetap tersedia bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh sumber air bersih selama musim kemarau.
Sidorejo Terima Alokasi Terbanyak
BNPB mencatat penyaluran bantuan dibagi sesuai kebutuhan di masing-masing desa terdampak.
Rinciannya, Desa Kendalsari menerima 46 tangki air, Desa Tegalmulyo memperoleh 51 tangki, Desa Tlogowatu mendapat 67 tangki, sedangkan Desa Sidorejo menerima alokasi terbanyak, yakni 72 tangki air bersih.
Distribusi tersebut menjadi langkah pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah menurunnya ketersediaan air akibat musim kemarau.
Mitigasi Berlanjut Hingga Puncak Kemarau
Abdul menegaskan penyaluran bantuan air bersih akan terus dilakukan sebagai bagian dari langkah mitigasi darurat pemerintah.
Upaya tersebut juga bertujuan menjaga ketahanan masyarakat menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada September hingga Oktober 2026.
Dengan koordinasi antara BPBD Kabupaten Klaten dan pemerintah desa, distribusi logistik air bersih diharapkan dapat terus menjangkau seluruh warga yang masih terdampak kekeringan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
MA membatalkan konferensi pers putusan kasasi perkara suket ijazah SMA Gibran karena belum menerima salinan putusan nomor 742 K/TUN/2026.
Kecelakaan lalu lintas di Kulon Progo turun 44,4% pada pekan pertama Operasi Patuh Progo 2026. Polisi mencatat 15 kejadian.
DPRD DIY mengusulkan pembentukan BUMD khusus pengelola aset daerah untuk meningkatkan PAD di tengah keterbatasan fiskal.
EHEF 2026 menghadirkan 90 kampus Eropa dari 14 negara di UGM pada 4 November. Pengunjung bisa mencari informasi kuliah dan beasiswa gratis.
Inflasi DIY Oktober 2026 mencapai 0,27%. Harga cabai merah, tomat, beras, hingga biaya perguruan tinggi menjadi penyumbang utama.