Prabowo: Negara Hemat Devisa Rp170 Triliun dari B50
Presiden Prabowo menyebut mandatori biodiesel B50 mampu menghemat devisa Rp170 triliun per tahun sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Tabungan Tamasya Plus BPR DIY menghimpun dana Rp156 miliar hingga Juni 2026. Jumlah nasabah terus bertambah. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kinerja penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menunjukkan tren positif. Produk Tabungan Masyarakat Yogyakarta (Tamasya) Plus mencatat pertumbuhan dana simpanan dan jumlah nasabah yang konsisten, dengan total dana mencapai Rp156 miliar hingga Juni 2026. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan BPR di DIY.
"Alhamdulillah, tabungan Tamasya ini dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang konsisten. Hingga Juni 2026, dana yang terhimpun sudah mencapai Rp156 miliar dengan total jumlah rekening penabung yang sangat besar, mencapai 25.842," ujar kata Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Dwi Yanta saat penarikan undian di Hotel Grand Rohan Jogja, Banguntapan, Bantul, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, peningkatan dana dan jumlah penabung tidak terlepas dari konsistensi 40 BPR peserta di bawah naungan DPD Perbarindo DIY yang terus memasarkan produk Tabungan Tamasya Plus kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, jangkauan layanan produk tersebut kini tidak hanya berada di wilayah DIY. Kepesertaan nasabah juga berkembang hingga Klaten, Solo, dan Magelang seiring ekspansi kantor cabang sejumlah BPR yang melakukan merger.
Strategi Promosi Dinilai Efektif Dongkrak Minat Menabung
Dwi Yanta, mengatakan tren kenaikan dana maupun jumlah nasabah berlangsung secara berkelanjutan. Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan itu adalah program apresiasi bagi penabung yang dikombinasikan dengan strategi promosi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dalam empat periode terakhir, pengundian hadiah sengaja dipindahkan ke pusat-pusat perbelanjaan besar di Yogyakarta, seperti JCM, SCH, dan Amplaz. Langkah tersebut dinilai berhasil memperluas eksposur produk BPR kepada masyarakat.
"Kenaikan ini tentu dipengaruhi oleh hadiah yang kita berikan untuk para penabung di BPR. Selain itu, dalam empat periode terakhir, kami sengaja mengalihkan pengundian ke mal-mal besar di Jogja. Strategi ini terbukti efektif meningkatkan animo masyarakat luas untuk berbondong-bondong menabung di BPR," jelas Dwi Yanta.
Di balik capaian penghimpunan dana tersebut, Perbarindo DIY tetap mengingatkan seluruh BPR anggotanya agar menjaga kualitas tata kelola usaha.
Peningkatan dana masyarakat, menurut Dwi, harus diiringi dengan penyaluran kredit yang selektif agar rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tetap berada pada level yang aman dan mendukung keberlanjutan industri BPR di DIY.
Penabung Berasal dari Berbagai Kalangan
Ketua Panitia Undian Tamasya Plus Ke-45, Agata Andi Rosita menambahkan nasabah Tabungan Tamasya Plus kini berasal dari berbagai segmen, mulai dari pelajar hingga pelaku usaha. Produk tersebut dinilai mudah diakses karena hanya mensyaratkan saldo awal yang relatif rendah.
Dengan saldo minimal Rp10.000, nasabah sudah dapat membuka tabungan sekaligus memperoleh satu poin undian. Kemudahan itu, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang mempercepat pertumbuhan jumlah penabung.
"Penabungnya ternyata sangat beragam, mulai dari pelajar hingga pengusaha. Semua kami layani. Cukup dengan saldo minimal Rp10.000 saja, nasabah sudah bisa menabung dan langsung mendapatkan satu poin undian. Ini yang membuat pertumbuhan jumlah nasabah bergerak cepat," imbuhnya.
Jika sebelumnya hadiah utama berupa mobil kelas Low Cost Green Car (LCGC), kini hadiah telah ditingkatkan menjadi Mitsubishi Xpander yang diraih oleh nasabah atasnama Harianty Irawan dari BPR Candra Muktiartha dan Honda Brio Satya dengan pemenang atas nama Mutia Farida dari BPR Berlian Bumi Artha.
Seiring pertumbuhan dana yang terus meningkat, Perbarindo DIY berencana meningkatkan nilai hadiah bagi peserta Tabungan Tamasya Plus pada periode mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Prabowo menyebut mandatori biodiesel B50 mampu menghemat devisa Rp170 triliun per tahun sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Pengacara Don Ritto membantah uang sitaan di de'Clan dan Koin Money Changer terkait tiga perkara korupsi. Dana disebut berasal dari proyek pelabuhan.
Densus 88 mengungkap terduga pelaku kasus ledakan di MAN 3 Padang merupakan pelajar berusia 17 tahun. Polisi masih mendalami motif dan sasaran.
Kemendikdasmen bersama Kemendagri menyiapkan kebijakan untuk sekolah yang kekurangan murid, termasuk sekolah dengan siswa di bawah 60 orang.
Komdigi mengungkap daftar bank dan e-wallet dengan rekening terindikasi judi online terbanyak. Data tersebut telah dilaporkan ke OJK dan BI.
Basarnas Bali mengevakuasi jenazah kru kapal MV Shandong De Yu asal China yang meninggal di Selat Badung setelah diduga mengalami gangguan kesehatan.