OTT ke-16 KPK 2026, Bupati Sukoharjo Ditangkap!
KPK kembali gelar OTT ke-16 pada 2026 dengan menangkap Bupati Sukoharjo. Simak daftar lengkap operasi tangkap tangan sepanjang tahun ini.
Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (tengah) berbicara dalam konferensi pers di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani
Harianjogja.com, JAKARTA—Nama Kafe de’Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, mendadak menjadi sorotan publik setelah digeledah dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Temuan uang tunai bernilai hampir Rp60 miliar dari lokasi tersebut semakin memperkuat perhatian terhadap kasus ini.
Menanggapi kabar yang beredar, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah secara tegas membantah memiliki keterkaitan dengan kafe tersebut maupun bisnis yang dikaitkan dengannya di media sosial.
“Saya tegaskan, tidak ada keterkaitan saya dengan bisnis yang diberitakan, termasuk yang di Cipete,” ujar Febrie dalam konferensi pers di Gedung Jampidsus, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Febrie juga menegaskan bahwa dirinya menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Ia menyatakan dukungan terhadap langkah Polri dalam mengungkap perkara ini secara transparan dan tuntas.
“Sebagai sesama penegak hukum, tentu kami mendukung agar kasus ini menjadi terang dan dapat dijelaskan kepada masyarakat,” tambahnya.
Sebelumnya, pada Rabu (8/7), tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Jakarta Selatan. Selain Kafe de’Clan Signature, penyidik juga menggeledah Koin Money Changer yang diduga berkaitan dengan aliran dana dalam perkara tersebut.
Dari hasil penggeledahan di kafe tersebut, penyidik menyita uang tunai dalam berbagai mata uang asing. Rinciannya meliputi 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar Amerika Serikat, serta uang rupiah sebesar Rp259.159.000. Jika dikonversikan, total nilai temuan tersebut mendekati Rp60 miliar.
Selain uang tunai, aparat juga mengamankan sejumlah dokumen penting serta barang bukti elektronik seperti telepon seluler yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas keuangan dalam kasus ini.
Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Pol. Totok Suharyanto menjelaskan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan besar yang mencakup beberapa perkara sekaligus. Salah satunya adalah dugaan korupsi dalam tata kelola pasokan batu bara yang berdampak pada pemadaman listrik.
Selain itu, penyidik juga tengah mendalami kasus korupsi di PT Asabri dan PT Jiwasraya periode 2020–2025, serta dugaan tindak pidana pencucian uang terkait penyelesaian utang antara PT CBS dan PT KNI.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan nilai transaksi yang besar serta jaringan perkara yang kompleks. Pengungkapan aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat diperkirakan akan menjadi fokus utama penyidikan dalam waktu dekat.
Dengan bantahan tegas dari Jampidsus, publik kini menanti hasil penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan siapa saja pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini. Aparat penegak hukum diharapkan dapat mengusut tuntas perkara tersebut secara transparan guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK kembali gelar OTT ke-16 pada 2026 dengan menangkap Bupati Sukoharjo. Simak daftar lengkap operasi tangkap tangan sepanjang tahun ini.
Prediksi Spanyol vs Belgia di perempat final Piala Dunia 2026. Head to head, susunan pemain, kekuatan tim, dan prediksi skor lengkap.
Arus lalu lintas di Bantul masih ramai di akhir libur sekolah namun tetap lancar. Dishub mengimbau pengendara patuhi aturan dan perhatikan keselamatan.
Satpol PP Jogja menindak pelanggar Kawasan Tanpa Rokok di Malioboro. Tujuh orang kena sanksi, sebagian sudah didenda. Ini aturan dan fakta terbarunya.
Kafe de’Clan Signature di Cipete digeledah terkait kasus korupsi dan TPPU. Jampidsus Febrie Adriansyah membantah keterlibatan. Ini fakta lengkapnya.
Pedagang Beringharjo Khawatir Full Pedestrian Tekan Penjualan, Minta Sosialisasi Kantong Parkir Diperkuat