Viral Lokasi Koperasi Sianok Disebut Terisolir, Ini Faktanya

Newswire
Newswire Jum'at, 03 Juli 2026 22:47 WIB
Viral Lokasi Koperasi Sianok Disebut Terisolir, Ini Faktanya

Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih di Nagari Sianok, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dandim Agam meluruskan informasi menyesatkan yang menyebutkan koperasi dibangun di daerah terisolir dan minim akses. ANTARA/Al Fatah

Harianjogja.com, LUBUK BASUNG — Komandan Distrik Militer (Dandim) 03/04 Agam, Sumatera Barat, Letkol Inf. Dwi Santoso, membantah informasi yang beredar di media sosial terkait lokasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih di Nagari Sianok yang disebut terisolir dan sulit diakses masyarakat.

Menurutnya, informasi tersebut tidak utuh dan menyesatkan. Ia menegaskan bahwa lokasi koperasi justru berada di kawasan strategis yang ramai dilalui warga.

“Informasi yang beredar tidak sesuai kondisi sebenarnya. Lokasi itu berada di kawasan yang ramai, dekat permukiman warga, dan setiap hari dilalui kendaraan dari Bukittinggi menuju Agam,” ujarnya, Jumat (3/7/2026)

Dwi menjelaskan, koperasi tersebut berdiri di kawasan objek wisata Ngarai Sianok yang dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Sumatera Barat. Akses menuju lokasi juga tergolong baik dan dapat dilalui berbagai jenis kendaraan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, posisi koperasi berada tidak jauh dari jembatan perbatasan Bukittinggi dan Agam, sehingga mudah dijangkau masyarakat. Di sekitarnya juga terdapat rumah warga serta sejumlah rumah makan yang menunjang aktivitas ekonomi lokal.

Tidak hanya itu, di area yang sama juga terdapat Kantor Badan Musyawarah Nagari (Bamus) Sianok yang rencananya akan difungsikan sebagai Kantor Wali Nagari. Hal ini diperkirakan akan semakin meningkatkan mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

Dwi menegaskan bahwa penentuan lokasi koperasi dilakukan melalui musyawarah antara pemerintah nagari dan tokoh adat setempat. Keputusan tersebut juga mempertimbangkan keterbatasan lahan yang tersedia di wilayah tersebut.

“Kami memahami kondisi nagari. Penentuan lokasi sudah melalui kesepakatan bersama, termasuk dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN),” jelasnya.

Koperasi Merah Putih Sianok dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Selain menjadi tempat distribusi kebutuhan pokok, koperasi ini juga diharapkan mampu menampung dan memasarkan hasil panen warga.

“Ke depan, koperasi ini akan membantu masyarakat dalam menjual hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi warga tidak lagi kesulitan mencari pasar,” katanya.

Program Kopdeskel Merah Putih sendiri merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Fasilitas yang disiapkan tidak hanya sebatas toko sembako, tetapi juga mencakup layanan klinik desa, apotek, simpan pinjam mikro, hingga sistem logistik hasil panen.

Dwi menyebut koperasi di Nagari Sianok telah rampung dibangun sejak tiga bulan lalu. Untuk tahun 2026, pihaknya menargetkan pembangunan 25 koperasi serupa di wilayah Agam, dengan realisasi sementara sebanyak 13 unit telah berdiri.

Dengan keberadaan koperasi ini, diharapkan roda perekonomian desa dapat bergerak lebih cepat sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi masyarakat lokal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online