Bulog Serap 3,24 Juta Ton Beras, Penyerapan Gabah Terus Berjalan
Bulog telah menyerap 3,24 juta ton setara beras hingga 29 Juni 2026 dan memastikan penyerapan gabah petani terus dilakukan sepanjang tahun.
Pedagang menata Minyakita di Bandung, Jawa Barat. Bisnis.com/Rachman
Harianjogja.com, JAKARTA— Perum Bulog memerintahkan penarikan seluruh produk Minyakita produksi PT Kusuma Mukti Remaja (PT KMR) yang diduga berbau solar setelah muncul keluhan dari masyarakat di sejumlah wilayah penerima bantuan pangan. Penarikan dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan yang diterima masyarakat tetap terjaga.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan produk yang ditarik berasal dari distribusi di Kabupaten Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri, Jawa Tengah. Menurutnya, seluruh produk tersebut akan diganti dengan Minyakita yang telah memenuhi standar mutu sehingga hak masyarakat sebagai penerima bantuan tetap terlindungi.
"Bulog tidak akan mentolerir produk yang tidak memenuhi standar mutu. Sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat, seluruh produk Minyakita produksi PT KMR (Kusuma Mukti Remaja) yang telah terdistribusi kami perintahkan untuk segera ditarik," ujar Rizal dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Selain melakukan penarikan, Bulog juga akan menguji sampel produk melalui laboratorium untuk memastikan penyebab munculnya dugaan bau solar secara ilmiah. Hasil pengujian tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan bersama pihak terkait.
Rizal menegaskan proses penarikan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan produsen serta pemangku kepentingan lainnya. Masyarakat yang telah menerima Minyakita produksi PT KMR dipastikan memperoleh produk pengganti yang memenuhi standar kualitas sehingga keamanan konsumsi tetap terjamin.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Bulog dalam memastikan seluruh komoditas pangan yang disalurkan kepada masyarakat memenuhi ketentuan keamanan pangan dan standar mutu yang telah ditetapkan pemerintah.
Bulog juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap seluruh rantai pasok pangan. Bersama para mitra, pengawasan akan diperkuat agar setiap produk yang didistribusikan kepada masyarakat aman, bermutu, dan layak dikonsumsi.
Pernyataan tersebut disampaikan Rizal setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke fasilitas produksi PT Kusuma Mukti Remaja pada Sabtu (27/6/2026). Sidak dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat mengenai dugaan Minyakita berbau solar yang beredar di sejumlah daerah penerima bantuan pangan.
Melalui peninjauan langsung tersebut, Bulog memastikan seluruh proses produksi diperiksa untuk mengetahui kesesuaiannya dengan standar mutu, keamanan pangan, dan higienitas. Pemeriksaan itu dilakukan agar produk Minyakita yang didistribusikan kepada masyarakat benar-benar memenuhi persyaratan kualitas, aman, serta layak dikonsumsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bulog telah menyerap 3,24 juta ton setara beras hingga 29 Juni 2026 dan memastikan penyerapan gabah petani terus dilakukan sepanjang tahun.
Pemkot Pekalongan meluncurkan tiga aplikasi digital baru untuk mempercepat pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan mendukung transformasi dig
Kapten Tanjung Verde Ryan Mendes diselidiki polisi Selandia Baru atas dugaan pemerkosaan. Insiden terjadi Maret 2026 di Auckland. FIFA angkat bicara!
PKK Bausasran mengolah limbah dapur menjadi Eco Enzyme dan menghasilkan lebih dari 60 liter sabun cair multifungsi untuk kebutuhan warga.
BPBD Bantul mencatat 19 kasus kebakaran selama Mei 2026 dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga