Tol Jogja-Solo Capai 98%, Kapan Bisa Mulai Beroperasi?
Progres Tol Jogja-Solo ruas Prambanan-Purwomartani mencapai 98%. Jasa Marga menyebut pembangunan terus dipercepat.
Temuan berupa sejumlah senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA SELATAN—Yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, meminta perlindungan dan pendampingan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyusul temuan 995 pucuk senjata, amunisi, serta sejumlah barang lainnya di salah satu ruangan milik yayasan.
Permintaan tersebut menjadi bagian dari langkah yayasan untuk memastikan penanganan persoalan keamanan di lingkungan sekolah tetap mengutamakan keselamatan dan kepentingan peserta didik. Yayasan dijadwalkan melakukan audiensi dengan KPAI pada Senin (10/8) pukul 10.00 WIB.
Kuasa hukum yayasan, Annisa, mengatakan pihaknya telah meminta waktu untuk bertemu dengan KPAI dan mendapat respons positif. Pertemuan tersebut akan digunakan untuk menyampaikan persoalan sekaligus meminta arahan terkait langkah yang perlu diambil sekolah.
"Sebagai bentuk keseriusan yayasan untuk menindaklanjuti keadaan saat ini, kami sudah minta waktu untuk bertemu dengan KPAI besok dan Alhamdulillah sudah disambut dengan baik. Insyaallah kami akan bertemu mereka besok," kata Kuasa hukum yayasan Annisa di Jakarta Selatan, Minggu.
Yayasan Minta Arahan KPAI
Annisa menjelaskan audiensi dengan KPAI tidak hanya dimaksudkan untuk menyampaikan persoalan temuan senjata. Yayasan juga ingin memperoleh perlindungan dan petunjuk agar keputusan yang diambil sekolah tidak mengabaikan kepentingan peserta didik.
"Kita yayasan bisa meminta perlindungan dan juga petunjuk mengenai situasi yang dialami saat ini supaya saat sekolah mengambil langkah, langkah yang diambil itu bisa bijak dan terus mengedepankan kepentingan murid didik," ujar Annisa.
Selain KPAI, yayasan juga tengah membangun komunikasi dengan Komisi III dan Komisi X DPR RI. Audiensi dengan kedua komisi tersebut diharapkan dapat segera dilakukan untuk membahas persoalan keamanan di lingkungan sekolah sekaligus langkah penyelesaiannya.
Kuasa hukum yayasan lainnya, Alvon Kurnia Palma, mengatakan komunikasi dengan KPAI telah dilakukan dan agenda pertemuan dijadwalkan pada Senin (10/8) pukul 10.00 WIB.
"Ke KPAI rencananya besok hari Senin jam 10.00 kami sudah ada komunikasi dengan KPAI untuk berada di sana," kata Alvon.
Pertemuan tersebut akan membahas kondisi yang sedang dihadapi sekolah, termasuk upaya memastikan keselamatan peserta didik dan keberlangsungan proses belajar mengajar.
Yayasan Siapkan Surat ke Kemendikdasmen
Di tengah upaya meminta pendampingan sejumlah lembaga, yayasan juga menyambut positif respons berbagai pihak terhadap persoalan tersebut. Salah satunya adalah respons Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang sebelumnya telah memberikan tanggapan mengenai temuan senjata di lingkungan sekolah tersebut.
Yayasan selanjutnya berencana mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Surat tersebut akan berisi permohonan perlindungan hukum bagi sekolah.
"Karena kami ini sekolah dasar dan menengah sehingga kewenangan beliau juga kewenangan Kementerian Dasar Menengah untuk memberikan perlindungan kepada kami," ujar Alvon.
Menurut Alvon, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya yayasan agar persoalan temuan senjata di lingkungan sekolah dapat ditangani secara menyeluruh. Yayasan juga ingin memastikan persoalan tersebut tidak menimbulkan kekhawatiran bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Komisi X DPR RI Ikut Beri Perhatian
Persoalan tersebut juga mendapat perhatian DPR RI. Alvon menyebut Wakil Ketua Komisi X DPR RI telah menyatakan keseriusannya untuk mendorong penyelesaian kasus tersebut.
Menurut Alvon, Komisi X menaruh perhatian terhadap keberadaan senjata di lingkungan sekolah karena persoalan itu berkaitan langsung dengan keamanan peserta didik dan kelancaran kegiatan pendidikan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, lanjut Alvon, akan meminta aparat penegak hukum dan seluruh pihak terkait mengambil tindakan yang diperlukan untuk menangani persoalan tersebut.
"Beliau akan meminta kepada seluruh aparat untuk segera melakukan tindakan-tindakan seperlunya," kata Alvon.
Polisi Temukan 995 Pucuk Senjata
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya temuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di dalam salah satu ruangan milik yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Ruangan tersebut merupakan bekas ruangan Kepala Yayasan berinisial IWD. Dari lokasi itu, polisi menemukan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, VCD porno, serta barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja.
Polisi menerima laporan masyarakat mengenai temuan tersebut pada 15 Juli 2026. Setelah mengetahui adanya temuan itu, penyidik sebelumnya telah membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal.
Dengan rangkaian langkah tersebut, yayasan kini menempuh komunikasi dengan KPAI, DPR RI, serta Kemendikdasmen untuk memperoleh perlindungan dan arahan dalam menangani persoalan yang berkaitan dengan keamanan lingkungan sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Progres Tol Jogja-Solo ruas Prambanan-Purwomartani mencapai 98%. Jasa Marga menyebut pembangunan terus dipercepat.
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melintasi Indonesia. Simak waktu puncak GMT dan cara menyaksikannya dengan aman.
Indonesia menjamu Rumania pada Piala Davis Grup II Dunia 2026 di Jakarta, 18-20 September, dengan target bertahan di Grup II.