Kebakaran Bromo Meluas, TNBTS Catat Area Terdampak 520 Hektare

Newswire
Newswire Minggu, 09 Agustus 2026 22:07 WIB
Kebakaran Bromo Meluas, TNBTS Catat Area Terdampak 520 Hektare

Personel gabungan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) pada saat melakukan proses pemadaman api di area savana, di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (30/8/2023). Antara/HO-Balai Besar TNBTS

Harianjogja.com, MALANG—Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat area kawasan Gunung Bromo yang terdampak kebakaran mencapai 520 hektare hingga Minggu (9/8/2026). Luasan tersebut meningkat tajam dari data sebelumnya yang berada di angka sekitar 176 hektare.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan perluasan area terdampak terjadi setelah api kembali berkobar di kawasan Gunung Bromo pada Sabtu (8/8/2026) malam.

"Tercatat hingga saat ini ada 520 hektare kawasan terdampak kebakaran," kata Rudijanta di Gunung Bromo, Jawa Timur, Minggu.

Api Menjalar ke Savana Bromo

Rudijanta menjelaskan kebakaran tidak hanya melanda bagian tebing Gunung Bromo, tetapi juga merambat hingga kawasan savana. Hembusan angin yang cukup kencang sejak Sabtu siang membuat api bergerak cepat dari bagian atas tebing menuju bawah.

Ketika mencapai bagian bawah tebing, kobaran api membakar rerumputan dan tanaman yang sudah dalam kondisi kering. Vegetasi tersebut kemudian mempercepat pergerakan api hingga menyeberangi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) menuju kawasan savana.

"Termasuk dampak dari frost yang terjadi sehingga api meluas," ucapnya.

Pantauan ANTARA pada Minggu siang menunjukkan sisa rerumputan yang menghitam akibat terbakar terlihat di kawasan savana Gunung Bromo.

Sejumlah deret rumput kering di sisi tengah JLKT dari arah Jemplang, Kabupaten Malang, juga terdampak kobaran api pada Sabtu malam. Api di kawasan tersebut telah berhasil dipadamkan.

Petugas Masih Patroli, Helikopter Lakukan Water Bombing

Meski api di sejumlah titik telah dipadamkan, petugas gabungan masih melakukan patroli di sepanjang JLKT. Pemantauan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api baru yang kembali muncul.

Kepulan asap putih masih terlihat dari area tebing di wilayah Kabupaten Probolinggo. Helikopter water bombing juga terlihat berulang kali mengambil air di kawasan Ranu Pani sebelum menuju lokasi yang masih mengeluarkan asap.

Dari sisi darat, kendaraan petugas gabungan bergerak dari arah Jemplang menuju kawasan tebing di Probolinggo untuk membantu proses penanganan kebakaran.

Penanganan dilakukan secara komprehensif agar kebakaran di kawasan Gunung Bromo dapat segera dipadamkan.

Menhut Minta Masyarakat Tak Bermain Api

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengajak masyarakat ikut membantu pemerintah mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu langkah yang ditekankan adalah meminimalkan penggunaan api saat beraktivitas di kawasan hutan.

"Saat bersamaan masyarakat supaya berpartisipasi membantu menyelesaikan masalah ini (karhutla) dan terpenting adalah jangan ada lagi yang bermain api, apakah itu rokok atau lebih nakal lagi land clearing (pembukaan lahan) terutama di luar Jawa," kata Raja Juli seusai meninjau proses pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo sisi Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu.

Menurutnya, kondisi kemarau yang disertai munculnya El Nino meningkatkan potensi terjadinya karhutla. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi situasi tersebut.

Raja Juli menegaskan partisipasi masyarakat akan memperkuat kebijakan pemerintah dalam menghadapi kemarau yang disertai El Nino.

Pemerintah bersama para pemangku kepentingan di tingkat pusat juga telah berkomitmen mengambil langkah bersama untuk membendung kemungkinan terjadinya bencana alam, khususnya kebakaran hutan dan lahan.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan arahan yang sangat jelas dan kami telah dikumpulkan pada 28 Juli, berbagai kementerian, Panglima TNI, Kapolri, BMKG, BNPB. Artinya, pemerintah all out mengantisipasi El Nino dan memang Agustus sudah masuk puncaknya (kemarau)," ucapnya.

Terkait kebakaran di kawasan Gunung Bromo, Raja Juli menyebut seluruh proses penanganan terus dilakukan secara komprehensif agar api dapat secepatnya dipadamkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online