BPJPH-Uni Eropa Bahas Kesiapan Implementasi Wajib Halal Oktober 2026
BPJPH dan Uni Eropa membahas kesiapan implementasi Wajib Halal yang mulai berlaku Oktober 2026 serta kepastian regulasi bagi pelaku usaha.
Kekeringan - Ilustrasi StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau petani di sejumlah wilayah Indonesia untuk menyesuaikan pola tanam sebagai langkah mengantisipasi dampak El Nino yang kini memasuki fase kuat. Penyesuaian waktu tanam dinilai penting untuk mengurangi risiko gagal panen akibat berkurangnya curah hujan selama musim kemarau.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan daerah di selatan garis khatulistiwa menjadi wilayah yang paling perlu mendapat perhatian karena diperkirakan mengalami dampak El Nino lebih besar.
Wilayah tersebut meliputi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Jawa, Sumatera bagian selatan, hingga Papua bagian selatan.
"Di sana memang kita harus menyesuaikan untuk memulai periode tanam. Apakah akan dipercepat supaya pada saat mendekati panen itu ketika masuk kemarau tidak mempengaruhi hasil panennya," kata Teuku usai menghadiri Dialog Nasional tentang Dampak El Nino di Jakarta, Selasa (4/7/2026).
BMKG Ingatkan Risiko Gagal Panen
Menurut Teuku, musim kemarau yang dipengaruhi El Nino berpotensi berlangsung lebih kering dan lebih panjang sehingga dapat mengganggu produktivitas sektor pertanian.
Kondisi tersebut dikhawatirkan tidak hanya meningkatkan risiko gagal panen, tetapi juga membuat petani menunda atau enggan melakukan penanaman.
"Yang kita takutkan adalah ketika terjadi gagal panen atau masyarakat enggan menanam karena menghadapi El Nino ini," ujarnya.
Selain mengatur waktu tanam, BMKG juga mendorong petani menggunakan varietas tanaman yang lebih sesuai dengan kondisi cuaca kering selama periode El Nino.
Sekolah Lapang Iklim Dampingi Petani
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan sektor pertanian, BMKG terus memberikan pendampingan kepada dinas pertanian dan petani melalui program Sekolah Lapang Iklim.
Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman petani mengenai strategi budidaya yang disesuaikan dengan kondisi cuaca dan iklim.
BMKG juga melibatkan penyuluh pertanian lapangan dalam kegiatan tersebut agar informasi mengenai kondisi iklim dapat diterapkan secara langsung di lapangan.
Dampak El Nino Berbeda di Setiap Wilayah
Teuku menjelaskan dampak El Nino tidak akan dirasakan sama di seluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya, meskipun El Nino saat ini telah memasuki fase kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat, pengaruhnya tetap bergantung pada dinamika atmosfer serta kondisi suhu muka laut di wilayah Indonesia.
Pasokan Air Waduk Jadi Perhatian
Sementara itu, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengatakan berkurangnya curah hujan akibat El Nino juga berpotensi mengurangi pasokan air ke sejumlah waduk.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi kebutuhan air untuk sektor pertanian, penyediaan air baku, hingga operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, BMKG bersama para pemangku kepentingan melaksanakan operasi modifikasi cuaca guna meningkatkan pasokan air ke sejumlah waduk.
Selain mendukung ketersediaan air, operasi modifikasi cuaca juga dimanfaatkan sebagai langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan dengan menjaga kelembapan kawasan gambut agar tidak mudah terbakar.
Curah Hujan Diperkirakan Rendah hingga September
BMKG menyatakan El Nino yang mulai aktif sejak Juni 2026 kini telah memasuki fase kuat dan masih berpotensi berkembang menjadi sangat kuat.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak berarti Indonesia akan mengalami musim kemarau sepanjang periode El Nino.
BMKG memperkirakan curah hujan selama Agustus hingga September 2026 berada pada kategori rendah hingga sangat rendah sehingga meningkatkan potensi kekeringan di sejumlah daerah.
Sementara itu, musim hujan diprakirakan mulai berlangsung pada pertengahan Oktober 2026, sehingga pengaruh El Nino terhadap pola hujan di Indonesia diperkirakan mulai berkurang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPJPH dan Uni Eropa membahas kesiapan implementasi Wajib Halal yang mulai berlaku Oktober 2026 serta kepastian regulasi bagi pelaku usaha.
Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai dampak El Nino semakin besar sehingga diperlukan respons dini berbasis sains dan kolaborasi lintas sektor.
Menkeu Purbaya menawarkan insentif agar Toyota memindahkan basis manufaktur utama dari Thailand ke Indonesia demi memperkuat industri otomotif.
PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) mengajak puluhan anak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, belajar mengolah sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat.
DPRD DIY menyetujui Raperda yang melarang perdagangan anjing, kucing, kera, kelelawar, musang, dan HPR lain untuk tujuan pangan.
Kemendikdasmen menyebut perpanjangan pendaftaran TKA 2026 memberi waktu lebih bagi siswa untuk mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi impian.