Survei Terbaru: Kaesang Perkuat Citra PSI Partai Anak Muda

Newswire
Newswire Sabtu, 20 Juni 2026 13:57 WIB
Survei Terbaru: Kaesang Perkuat Citra PSI Partai Anak Muda

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep memberi arahan pada pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/1/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/bar.

Harianjogja.com, JAKARTA — Figur Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, dinilai semakin memperkuat citra PSI sebagai partai anak muda di mata publik. Hal ini terungkap dalam hasil survei terbaru yang dirilis Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) pada Juni 2026.

Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas, menyebut daya tarik Kaesang tidak semata-mata berasal dari statusnya sebagai putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Lebih dari itu, publik menilai Kaesang mampu merepresentasikan generasi muda dalam dunia politik nasional.

“Kaesang dipersepsikan sebagai simbol generasi muda yang membawa semangat pembaruan. Ini menjadi faktor penting yang meningkatkan daya tarik PSI di kalangan masyarakat,” ujar Fernando dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026)

Hasil survei menunjukkan sebanyak 72 persen responden menilai Kaesang sebagai representasi generasi muda. Selain itu, 69,7 persen responden percaya kepemimpinan Kaesang mampu memperkuat citra PSI sebagai partai yang dekat dengan Presiden Joko Widodo.

Tak hanya itu, sekitar 68,2 persen responden mengaku ketertarikan mereka terhadap PSI turut dipengaruhi oleh kehadiran Kaesang. Sementara 65 persen responden menilai sosok Kaesang membuat PSI semakin dikenal luas oleh masyarakat, dan 61 persen melihat adanya semangat pembaruan yang dibawanya ke dalam partai.

Fernando menilai temuan ini menunjukkan bahwa Kaesang memiliki nilai elektoral tersendiri yang tidak sepenuhnya bergantung pada popularitas ayahnya. Meski begitu, ia mengakui adanya efek sinergi antara figur Kaesang dan Jokowi dalam membentuk citra PSI.

“Faktor Jokowi dan Kaesang saling menguatkan dalam membangun persepsi publik terhadap PSI sebagai partai anak muda yang juga dekat dengan kekuasaan,” jelasnya.

Survei ini juga menemukan adanya fenomena “image transfer” dari Jokowi ke PSI. Sekitar 70,2 persen responden menilai kedekatan PSI dengan Jokowi mampu meningkatkan citra positif partai tersebut. Bahkan, 64,9 persen responden menganggap PSI memiliki karakter merakyat yang identik dengan gaya kepemimpinan Jokowi.

Namun demikian, di balik citra positif tersebut, hasil survei menunjukkan tantangan besar dari sisi elektabilitas. Jika pemilu digelar saat ini, PSI hanya memperoleh dukungan sebesar 1,9 persen suara nasional.

Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen. Bahkan, perolehan itu masih tertinggal dibandingkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang meraih 2,8 persen dan hanya sedikit di atas Partai Perindo yang memperoleh 1 persen.

Sementara itu, peta elektoral nasional masih didominasi oleh lima partai besar, yakni Gerindra dengan 21,9 persen, PDI Perjuangan 19 persen, Golkar 8,1 persen, PKB 7,9 persen, dan PKS 4,7 persen.

Fernando menilai kondisi ini menjadi tantangan serius bagi PSI. Popularitas figur belum tentu berbanding lurus dengan elektabilitas partai jika tidak diikuti dengan program nyata yang dirasakan masyarakat.

“Loyalitas publik terhadap Jokowi memang masih kuat. Namun, hal itu belum cukup untuk menggeser pilihan politik masyarakat secara signifikan ke PSI,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa modal citra yang dimiliki PSI saat ini harus segera diterjemahkan ke dalam program kerja konkret dan strategi politik yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Jika tidak, popularitas yang tinggi berisiko hanya menjadi citra permukaan tanpa berdampak pada perolehan suara saat pemilu,” tegasnya.

Survei bertajuk Pengaruh Sosok Jokowi terhadap Citra PSI dalam Pandangan Masyarakat ini dilakukan secara daring pada 10–17 Juni 2026 di 32 provinsi di Indonesia. Sebanyak 1.922 responden dilibatkan dengan metode multistage random sampling dan stratified quota sampling.

Survei ini memiliki margin of error ±2,54 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, sehingga dinilai cukup representatif dalam menggambarkan persepsi publik terhadap PSI dan figur Kaesang Pangarep.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online