Rupiah Menguat ke Rp18.036, Pajak Naik Jadi Sentimen Positif
Rupiah menguat ke Rp18.036 per dolar AS, didorong kinerja APBN dan lonjakan penerimaan pajak hingga Mei 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah Indonesia terus menggenjot strategi pembiayaan negara dengan memperluas basis investor global. Salah satunya dilakukan melalui rencana penerbitan Panda Bond, yang akan dipromosikan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam kunjungan ke China dan Inggris pada pertengahan Juni 2026.
Purbaya mengungkapkan dirinya dijadwalkan bertolak ke China pada 16 Juni 2026 untuk memperkenalkan instrumen surat utang global berdenominasi yuan tersebut kepada investor internasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membuka sumber pendanaan baru di luar pasar tradisional.
“Promosi Panda Bond ini penting untuk memperluas jangkauan investor sekaligus memperkuat struktur pembiayaan negara,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Setelah dari China, Menkeu akan melanjutkan agenda kunjungan ke Inggris. Dalam lawatan tersebut, ia dijadwalkan bertemu sejumlah investor global untuk memaparkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid di tengah dinamika global.
Menurut Purbaya, upaya ini juga bertujuan meningkatkan kepercayaan investor terhadap kebijakan fiskal Indonesia. Pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan ekonomi nasional berjalan prudent, kredibel, dan berkelanjutan.
Penerbitan Panda Bond sendiri ditargetkan bisa terealisasi pada Juni 2026. Persiapan teknisnya terus dimatangkan oleh Kementerian Keuangan, termasuk melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.
Langkah diversifikasi pembiayaan ini dinilai penting agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak bergantung pada satu sumber pendanaan saja. Dengan masuk ke pasar obligasi China, Indonesia berpeluang menarik investor baru sekaligus memanfaatkan likuiditas yuan yang terus berkembang.
Dukungan terhadap kebijakan ini juga datang dari Bank Indonesia. Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono sebelumnya menyatakan bahwa penerbitan instrumen berbasis renminbi seperti Panda Bond dan Dim Sum Bond dapat memperdalam pasar valuta asing domestik.
Selain itu, langkah ini juga berpotensi meningkatkan likuiditas mata uang yuan di dalam negeri. Di sisi lain, BI tetap mengoptimalkan instrumen lain seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta mendorong ketersediaan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar offshore.
Dengan strategi yang semakin beragam, pemerintah berharap struktur pembiayaan negara menjadi lebih kuat dan fleksibel. Jika berhasil, penerbitan Panda Bond tidak hanya memperluas akses pendanaan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di pasar keuangan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah menguat ke Rp18.036 per dolar AS, didorong kinerja APBN dan lonjakan penerimaan pajak hingga Mei 2026.
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
BPOM temukan 2 juta kosmetik ilegal senilai Rp27,6 miliar di Tangerang, mayoritas impor dari China tanpa izin edar.
Timnas Indonesia tampil dominan lawan Oman. Gol Hubner dan Romeny bawa Garuda unggul di babak pertama.
Yusril ungkap maraknya pungli di Imigrasi, KPK temukan dugaan korupsi hingga Rp145,5 miliar dari WNA.
Indonesia dan Jepang bahas ekspor kapal perusak Asagiri, langkah strategis perkuat TNI AL dan kerja sama pertahanan.