B50 Diklaim Perkuat Swasembada Energi dan Kurangi Impor Solar
Wamentan Sudaryono menyebut program biodiesel B50 mempercepat swasembada energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor solar.
Gedung KPK - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka babak baru dalam pengusutan dugaan korupsi di sektor perbankan dan telekomunikasi. Lembaga antirasuah tersebut tengah menyidik proyek pengadaan layanan notifikasi perbankan berbasis SMS dan WhatsApp yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyidikan ini telah resmi dimulai melalui penerbitan surat perintah penyidikan (sprindik) umum. Artinya, proses hukum masih berada pada tahap awal dan belum menetapkan tersangka.
“Pengadaan notifikasi dilakukan melalui SMS dan WhatsApp,” ujarnya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Meski masih dalam tahap penyidikan awal, KPK menduga nilai kerugian negara dalam proyek tersebut sangat besar, yakni mendekati Rp2 triliun. Angka ini menjadikan kasus tersebut sebagai salah satu dugaan korupsi bernilai jumbo yang tengah diusut saat ini.
Budi menegaskan bahwa perkara ini merupakan kasus baru dan tidak berkaitan dengan penyidikan sebelumnya yang pernah menyasar kedua perusahaan pelat merah tersebut.
“Ini bukan pengembangan dari kasus lama, melainkan perkara baru,” tegasnya.
Di sisi lain, KPK juga masih mengusut kasus terpisah yang berkaitan dengan pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di BRI. Kasus tersebut sebelumnya diumumkan pada Juni 2025 dengan nilai proyek mencapai Rp2,1 triliun.
Dalam perkara EDC itu, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka, termasuk pejabat tinggi di lingkungan BRI dan pihak swasta. Bahkan, lembaga antikorupsi juga sempat mencegah 13 orang bepergian ke luar negeri guna memperlancar proses penyidikan.
Dari hasil penghitungan sementara, kerugian negara dalam proyek EDC tersebut diperkirakan mencapai Rp700 miliar atau sekitar 30 persen dari total nilai proyek.
KPK menyebut pengusutan kasus-kasus di sektor perbankan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola keuangan negara, terutama dalam proyek digitalisasi layanan yang melibatkan anggaran besar.
Kasus dugaan korupsi notifikasi perbankan ini pun menjadi sorotan publik, mengingat layanan SMS dan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp merupakan bagian penting dari sistem transaksi keuangan modern yang digunakan jutaan nasabah di Indonesia.
Ke depan, KPK memastikan akan terus mengembangkan penyidikan dengan mengumpulkan alat bukti serta memeriksa sejumlah pihak terkait guna mengungkap secara menyeluruh alur dugaan korupsi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wamentan Sudaryono menyebut program biodiesel B50 mempercepat swasembada energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor solar.
Studi: manusia makin pendiam! Jumlah kata per hari turun 338 kata/tahun, dari 16.000 (2005) ke 12.700 (2019). Teknologi & perubahan sosial jadi pemicu. Simak se
Satpol PP Bantul menyoroti meningkatnya kenakalan remaja dan meminta orang tua memperketat pengawasan, terutama pada malam hari. Pelajar diimbau sudah berada di
Ferran Torres putus dari influencer Martina Hunter sebelum final, tapi tetap cetak gol kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026. Kisah patah hati berbuah trofi ju
Satu jenazah diduga korban KM Nurul Salsa ditemukan di perairan Pulau Pamulikang, Pangkep. Operasi SAR hari ketujuh masih mencari 17 korban lainnya.
Mobil listrik bekas: baterai jarang rusak, tapi sistem kelistrikan & suspensi sering bermasalah! On-board charger bisa biaya USD14.000. Simak tips sebelum beli.