Libur Iduladha 2026, Antrean Penyeberangan Diprediksi Naik

Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina Senin, 25 Mei 2026 09:57 WIB
Libur Iduladha 2026, Antrean Penyeberangan Diprediksi Naik

Foto udara sejumlah kendaraan terjebak macet di depan pintu masuk Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Arus kendaraan di sejumlah pelabuhan penyeberangan diperkirakan kembali padat menjelang libur panjang Iduladha 2026. Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) memprediksi kenaikan aktivitas penyeberangan mencapai 10% hingga 20% dibanding hari biasa.

Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan momentum libur panjang untuk mudik maupun berwisata. Tahun ini, libur Iduladha berdekatan dengan peringatan Hari Raya Waisak dan Hari Lahir Pancasila sehingga berpotensi memperpanjang arus perjalanan antardaerah.

Ketua Gapasdap Khoiri Soetomo mengatakan peningkatan trafik penyeberangan memang tidak sebesar periode Idulfitri maupun Natal dan Tahun Baru (Nataru). Meski demikian, aktivitas di sejumlah lintasan utama diprediksi tetap mengalami kepadatan signifikan.

“Memang secara umum ini terjadi di semua lintasan penyeberangan di Indonesia, perkiraannya antara 10%–20%,” ujar Khoiri, dikutip Minggu (24/5/2026).

Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk Diprediksi Paling Padat

Khoiri memperkirakan lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk kembali menjadi jalur tersibuk selama periode libur Iduladha 2026. Kedua lintasan tersebut selama ini menjadi titik utama mobilitas masyarakat antarpulau.

Menurut dia, lonjakan pada periode Iduladha masih jauh di bawah arus mudik Lebaran 2026 yang sempat melonjak lebih dari 100% secara bulanan atau month to month (MtM).

Untuk mengantisipasi kepadatan, Gapasdap mengaku telah berkoordinasi dengan PT ASDP Ferry Indonesia, Kepolisian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Pada arus mudik Idulfitri lalu, antrean kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk bahkan sempat mengular hingga 45 kilometer. Kepadatan dipicu tingginya kendaraan yang mengejar penyeberangan sebelum lintasan ditutup sementara saat Hari Raya Nyepi.

Kapasitas Dermaga dan Cuaca Jadi Tantangan

Selain lonjakan kendaraan, keterbatasan kapasitas dermaga juga disebut menjadi salah satu penyebab antrean panjang di kawasan pelabuhan. Khoiri menilai potensi antrean masih akan terjadi pada libur Iduladha mendatang meski skalanya diperkirakan tidak separah musim mudik Lebaran.

Ia menambahkan, kepadatan pelabuhan tidak selalu disebabkan meningkatnya jumlah penumpang. Pada libur panjang pekan lalu, antrean juga dipicu insiden kapal kandas yang menghambat arus penyeberangan.

Tak hanya itu, sejumlah kapal penyeberangan juga mengalami kesulitan bersandar akibat air laut surut di kedua sisi Dermaga LCM Ketapang dan Gilimanuk. Kondisi tersebut mengganggu proses bongkar muat kendaraan di lintasan Jawa–Bali.

Di saat bersamaan, volume kendaraan logistik yang hendak menyeberang turut meningkat. Lonjakan truk barang menyebabkan antrean kendaraan mencapai sekitar lima kilometer di area pelabuhan.

Jumlah Penumpang Penyeberangan Terus Meningkat

Berulangnya antrean panjang di sejumlah pelabuhan menjadi tantangan tersendiri bagi sistem transportasi penyeberangan nasional. Tren kenaikan jumlah pengguna angkutan sungai, danau, dan penyeberangan juga terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan pada Juni 2025 atau saat periode Iduladha mencapai 4,8 juta orang. Angka tersebut naik 25,35% secara bulanan dibanding periode sebelumnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online