Misa Kenaikan Yesus di Katedral Ramai, Pengamanan Diperketat

Newswire
Newswire Kamis, 14 Mei 2026 17:47 WIB
Misa Kenaikan Yesus di Katedral Ramai, Pengamanan Diperketat

Sejumlah umat Katolik berdoa saat mengikuti Misa Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Katedral, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (14/5/2026). ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj.

Harianjogja.com, JAKARTA — Perayaan Kenaikan Yesus Kristus di ibu kota berlangsung khidmat dan tertib. Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa sepanjang Kamis (14/5/2026), sementara aparat kepolisian memperketat pengamanan di ratusan gereja dan tempat ibadah di wilayah Polda Metro Jaya.

Pastor rekan Katedral, Yohanes Deodatus, menjelaskan misa digelar dalam empat waktu berbeda, yakni pukul 08.30 WIB, 11.00 WIB, 16.30 WIB, dan 19.00 WIB. Skema ini diterapkan untuk menghindari penumpukan jemaat seperti yang biasanya terjadi saat perayaan besar keagamaan.

“Dengan empat sesi, umat bisa terbagi sehingga lebih nyaman saat mengikuti ibadah,” ujarnya.

Pada misa pertama pukul 08.30 WIB, jumlah umat mencapai sekitar 2.300 orang. Dari total tersebut, sekitar 800 jemaat berada di dalam gereja, sementara sekitar 1.500 lainnya mengikuti misa dari area luar.

Berbeda dengan perayaan Natal atau Paskah, pihak gereja tidak menyediakan tenda tambahan. Pembagian jadwal misa dinilai cukup efektif untuk mengakomodasi lonjakan umat tanpa perlu perluasan area.

Di sisi lain, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat kepada umat Kristiani di seluruh Indonesia. Ia menekankan bahwa momentum Kenaikan Yesus Kristus menjadi pengingat penting untuk memperkuat nilai perdamaian, solidaritas, dan kepedulian sosial.

“Nilai agama harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Mari kita jaga harmoni, perkuat persatuan, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyebut pihaknya mengamankan sedikitnya 860 tempat ibadah di wilayah hukumnya. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, termasuk patroli rutin dan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan selama libur panjang, mulai dari kemacetan, tindak kriminalitas, hingga penyebaran hoaks dan isu provokatif di media sosial.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas di luar rumah, mematuhi aturan lalu lintas, serta menjaga barang berharga selama menikmati libur panjang.

Perayaan Kenaikan Yesus Kristus tahun ini pun berlangsung dengan suasana aman dan tertib, mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat ibu kota.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online