Kapal Migran Tenggelam di Malaysia, Operasi SAR Masih Cari 14 WNI
Kapal diduga membawa WNI tenggelam di perairan Malaysia. Sebanyak 23 korban selamat, sementara 14 lainnya masih dalam pencarian.
Manasik haji interaktif di Sleman hadirkan pengalaman belajar ibadah yang seru, edukatif, dan membentuk karakter sejak dini. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN –Sebuah agroeduwisata menghadirkan terobosan baru dalam mengenalkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda. Melalui program manasik haji interaktif, destinasi wisata Nara Kupu yang berlokasi di Sleman menyulap simulasi ibadah menjadi pengalaman belajar yang seru sekaligus menyentuh sisi spiritual peserta didik.
Program ini didesain sedemikian rupa agar peserta, mulai dari jenjang PAUD, TK, hingga SMA, dapat merasakan atmosfer Tanah Suci secara nyata. Siswa tidak hanya duduk diam mendengarkan teori, melainkan terjun langsung melakukan ritual ibadah seperti mengenakan kain ihram, melakukan tawaf mengitari replika Kakbah, berlari-lari kecil dalam prosesi sa'i, hingga merasakan kekhusyukan wukuf di Arafah.
Skema praktik langsung ini bertujuan agar anak-anak bisa memetik makna mendalam di balik setiap rukun haji. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi media efektif untuk menanamkan nilai moral sejak dini.
"Anak-anak belajar kesabaran, kebersamaan, dan kedisiplinan. Ini bukan hanya edukasi, tapi juga pembentukan karakter," ungkap Pemilik Agroeduwisata Nara Kupu Jogja, Rayhan Christian Siego, Kamis (16/4/2026).
Tidak hanya menyasar segmen pelajar, program manasik di NKJ juga menjadi solusi bagi para calon jemaah haji dan umrah dewasa. Fasilitas yang tersedia kerap dimanfaatkan sebagai lokasi gladi bersih guna memantapkan kesiapan mental dan fisik sebelum mereka bertolak ke Arab Saudi.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Pihaknya berkomitmen untuk terus memoles konsep agar edukasi ini menjadi memori yang berkesan bagi setiap pengunjung. "Kami ingin menjadikannya agenda rutin yang tidak hanya edukatif, tetapi juga menyenangkan dan membekas," kata Marketing & Event Manager Nara Kupu Jogja, Tomy Tri Ivananto.
Ke depan, pihaknya berencana memperluas fasilitas dan menyempurnakan konsep agar semakin relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. Ambisinya adalah menjadikan lokasi ini sebagai destinasi unggulan di DIY yang mampu mengawinkan aspek wisata, edukasi, dan religi dalam satu paket lengkap.
Pendekatan yang digunakan sangat dinamis, yakni menggabungkan unsur permainan tanpa menghilangkan esensi religiusnya. "Dengan konsep belajar sambil bermain, manasik haji di sini bisa menjadi ruangbahwa pendidikan agama bisa dikemas lebih hidup dan menarik," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapal diduga membawa WNI tenggelam di perairan Malaysia. Sebanyak 23 korban selamat, sementara 14 lainnya masih dalam pencarian.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.
Sebanyak 1.738 SPPG disuspend untuk perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah perketat pengawasan dan buka kanal pengaduan.
Kejagung tegaskan auditor kerugian negara tidak hanya BPK. Simak isi surat edaran terbaru dan penjelasan lengkap terkait Putusan MK 2026.
Bank Jateng resmi meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) UNS dan Gedung UNS Smart yang berlokasi di lingkungan Universitas Sebelas Maret