DPR Desak Polisi Usut Kematian Sutrimo Karumga Febrie Adriansyah
Komisi III DPR meminta Polda Metro Jaya mengusut tuntas dan transparan kasus kematian Sutrimo yang masih didalami polisi.
Jemaah haji - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Wacana penerapan skema war ticket untuk keberangkatan haji menuai perhatian di tengah persiapan yang kian mendekati hari pemberangkatan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pembahasan kebijakan tersebut ditunda agar tidak mengganggu fokus persiapan jamaah.
Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, mengingatkan bahwa saat ini seharusnya menjadi momentum konsentrasi penuh pada kesiapan teknis penyelenggaraan haji.
“Jadi mungkin wacana ini bisa dibuka setelah penyelenggaraan haji itu selesai. Kalau sekarang, saya khawatir minggu depan mau berangkat masih sibuk dengan menanggapi wacana ini,” ujarnya di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Ia menilai skema war ticket tidak bisa dibahas secara tergesa-gesa karena menyangkut banyak aspek penting, termasuk regulasi dan keadilan bagi calon jamaah.
Salah satu sorotan utama adalah antrean panjang jamaah haji di Indonesia yang telah mencapai jutaan orang. Kebijakan baru, menurutnya, harus mempertimbangkan hak mereka yang sudah menunggu dalam waktu lama.
“Kalau itu nanti war ticket apakah pasti tidak ada antrean lagi dan itu berefek kepada orang yang antre panjang itu?,” kata dia.
Selain itu, ia menyoroti kompleksitas pengelolaan haji yang melibatkan berbagai lembaga, seperti Kementerian Haji dan Umrah serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sehingga perubahan kebijakan perlu landasan aturan yang kuat.
Di sisi lain, Cholil juga mengingatkan potensi dampak negatif dari sistem tersebut, mulai dari peluang praktik percaloan hingga ketimpangan akses bagi masyarakat tertentu, terutama di wilayah pedesaan dan kalangan lanjut usia yang belum terbiasa dengan sistem digital.
Meski demikian, ia mengakui skema tersebut memiliki sisi positif karena dapat memberi kesempatan bagi masyarakat yang telah memenuhi syarat kemampuan (istithaah) untuk berangkat lebih cepat.
Namun, ia menegaskan pembahasan kebijakan sebaiknya tidak dilakukan saat masa krusial persiapan haji agar tidak mengalihkan perhatian dari pelayanan jamaah.
Polemik ini bermula saat Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, melakukan rapat kerja dengan DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia melontarkan gagasan untuk menghidupkan kembali sistem pendaftaran langsung tanpa antrean panjang, serupa dengan mekanisme yang pernah berlaku sebelum tahun 2008.
Ia memberikan perumpamaan: pemerintah mengumumkan biaya dan jadwal pendaftaran, lalu calon jemaah berebut membayar untuk langsung berangkat tahun itu juga. Istilah "war tiket" pun mencuat untuk menggambarkan kompetisi kecepatan pendaftaran daring tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komisi III DPR meminta Polda Metro Jaya mengusut tuntas dan transparan kasus kematian Sutrimo yang masih didalami polisi.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.