Menlu Sugiono Sampaikan Strategi Indonesia Bangun Ketahanan Global di PBB

Newswire
Newswire Minggu, 27 September 2026 07:37 WIB
Menlu Sugiono Sampaikan Strategi Indonesia Bangun Ketahanan Global di PBB

Bendera PBB. - UN.org

Harianjogja.com, NEW YORK— Indonesia menjadikan ketahanan nasional sebagai fondasi untuk memperkuat kontribusi dalam mewujudkan ketahanan global dan multilateralisme. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Sabtu waktu setempat.

Dalam pernyataan nasional Indonesia, Sugiono mengatakan pembangunan multilateralisme yang kuat harus dimulai dari bangsa-bangsa yang memiliki ketahanan.

“Membangun multilateralisme yang kuat dimulai dari bangsa-bangsa yang tangguh. Hal itu dimulai dari rumah, dan Indonesia sudah lama memahami ini selama berdasawarsa lamanya,” kata Sugiono.

Sebagaimana dipantau di Jakarta, Ahad, Sugiono menjelaskan ketahanan nasional Indonesia diarahkan untuk menjaga identitas nasional, melindungi kedaulatan dan persatuan, serta memastikan pembangunan tetap berjalan di tengah berbagai tantangan dan rintangan.

Ketahanan Pangan dan Energi

Menurut Sugiono, inti dari ketahanan nasional berada pada kehidupan rakyat yang terjamin di berbagai bidang. Karena itu, Indonesia akan terus memperjuangkan ketahanan pangan sekaligus memperkuat ketahanan energi.

“Hal tersebut berarti berinvestasi pada masa depan rakyat dengan memastikan anak-anak kita menerima pendidikan berkualitas dan memastikan rakyat kita mendapat akses untuk layanan kesehatan dasar,” tuturnya.

Sugiono mengatakan upaya membangun ketahanan nasional juga terlihat dari kemampuan Indonesia mempertahankan persatuan di tengah keberagaman suku bangsa.

Hal tersebut tercermin dalam semboyan nasional Bhinneka Tunggal Ika. Menurut dia, keberagaman bukan sesuatu yang harus ditaklukkan, melainkan dikelola, dihargai, dan dijadikan kekuatan.

Pengelolaan keberagaman tersebut dilakukan melalui partisipasi demokrasi, dialog, serta penghargaan terhadap perbedaan.

“Dari Aceh ke Papua, dari Miangas hingga Rote, Indonesia adalah satu bangsa,” ujarnya.

HAM Jadi Bagian Ketahanan Nasional

Indonesia juga memandang hak asasi manusia (HAM) sebagai bagian penting dalam membangun resiliensi nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui mekanisme nasional sekaligus komitmen terhadap kewajiban HAM internasional.

“Hal ini selaras dengan upaya kami membangun ketahanan nasional, karena HAM tak hanya bermakna tiadanya kekerasan, tetapi juga terjaminnya pangan, pendidikan, dan kesehatan bagi rakyat,” tutur Sugiono.

Menurut Sugiono, ketahanan nasional yang kuat akan memungkinkan Indonesia memberikan kontribusi lebih jauh dalam membangun ketahanan kawasan hingga ketahanan global.

“Dengan ini, ketahanan nasional menjadi ketahanan kolektif, dan dengan inilah ketahanan nasional membantu kami memajukan tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Sugiono, merujuk pada Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.

PBB Dinilai Tetap Penting

Meski demikian, Sugiono mengingatkan bahwa ketahanan nasional dan kawasan membutuhkan dukungan sistem multilateral yang mampu menjaga dan memperkuat ketahanan tersebut.

Karena itu, Indonesia menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa tetap perlu didukung dalam menjalankan tugasnya.

Dalam Sidang Majelis Umum PBB 2026, Indonesia diwakili Menlu Sugiono sebagai kepala delegasi. Sugiono telah berada di New York sejak Senin (21/9).

Sebelum menyampaikan pernyataan nasional Indonesia pada Sabtu, Sugiono telah mengikuti berbagai pertemuan tingkat tinggi serta sejumlah pertemuan bilateral.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online