Harga Minyak Dunia Anjlok Seusai Keputusan Gencatan Senjata AS-Iran
Harga minyak dunia anjlok di bawah US$100 usai AS dan Iran sepakat gencatan senjata sementara.
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Harga minyak dunia merosot tajam hingga di bawah level psikologis US$100 per barel setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mereda melalui kesepakatan gencatan senjata sementara.
Penurunan signifikan ini dipicu dibukanya kembali jalur vital Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik krusial pasokan energi dunia. Jalur tersebut diketahui mengalirkan sekitar 20% suplai minyak global.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei tercatat turun lebih dari 16% ke kisaran US$94 per barel. Sementara itu, minyak acuan global Brent juga melemah lebih dari 15% dan bergerak di rentang US$90–92 per barel.
Sentimen pasar berubah drastis setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan penghentian sementara serangan terhadap Iran sebagai bagian dari kesepakatan awal menuju deeskalasi konflik.
Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi menegaskan komitmen negaranya untuk menjamin kelancaran lalu lintas kapal di Selat Hormuz selama masa gencatan senjata.
Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan akses aman bagi kapal-kapal internasional dengan pengawasan militer, sekaligus menjadi bagian dari proposal 10 poin yang diajukan Iran dalam proses negosiasi.
Sebelumnya, konflik bersenjata kedua negara sempat memicu gangguan besar terhadap rantai pasok energi global. Serangan terhadap kapal komersial di kawasan itu menyebabkan lonjakan harga minyak mentah, bahan bakar jet, hingga diesel.
Namun, meredanya ketegangan secara cepat langsung membalikkan arah pasar. Investor merespons positif peluang stabilitas pasokan energi, yang juga tercermin dari penguatan pasar saham global.
Indeks utama di AS dilaporkan melonjak tajam, dengan kontrak berjangka Dow Jones naik lebih dari 900 poin seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar.
Meski demikian, analis menilai volatilitas harga minyak masih tinggi. Pasar masih menunggu kepastian keberlanjutan pembukaan Selat Hormuz serta hasil negosiasi lanjutan antara kedua negara.
Keberhasilan menjaga jalur distribusi energi tersebut dinilai akan menjadi faktor kunci yang menentukan arah harga minyak dunia dalam jangka pendek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.