Brankas di Sentul Dibobol, Polisi Sita Emas dan Valas Rp476 Miliar
Polisi menyita emas 74 kg, dolar AS, dolar Singapura, dan uang tunai dari rumah mewah di Sentul dengan total nilai mencapai Rp476 miliar.
Peluru kendali balistik milik Iran, Fateh 110, saat diuji coba beberapa waktu lalu. – Wikipedia\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA — Ketegangan militer di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim berhasil menembak jatuh sejumlah alutsista milik Amerika Serikat dalam operasi penyelamatan pilot tempur.
Juru bicara markas komando militer Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyebut pasukan Iran menembak jatuh dua pesawat angkut C-130 Hercules serta dua helikopter Black Hawk milik AS.
Menurutnya, insiden tersebut terjadi saat militer AS berupaya mengevakuasi kopilot jet tempur F-15E Strike Eagle yang sebelumnya dilaporkan jatuh.
Klaim Berbeda dari AS
Pihak Iran menyatakan operasi penyelamatan tersebut gagal total akibat serangan intens dari pasukan mereka. Namun di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengklaim pilot yang terlibat dalam insiden tersebut telah berhasil diselamatkan dan berada dalam kondisi aman.
Trump juga menyebut operasi itu melibatkan puluhan pesawat militer.
Eskalasi Konflik
Situasi ini merupakan bagian dari konflik yang terus meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut diklaim sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran.
Namun, Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan. Sejak itu, aksi saling serang terus berlanjut dan meningkatkan ketegangan regional.
Ancaman Balasan Lebih Besar
Panglima Khatam Al-Anbiya, Ali Abdollahi, menegaskan Iran siap memberikan respons yang lebih besar jika infrastruktur negaranya kembali diserang.
Ia menyebut seluruh aset militer AS di Asia Barat serta infrastruktur Israel akan menjadi target balasan. Pernyataan ini muncul menjelang tenggat waktu yang diberikan Trump terkait pembukaan Selat Hormuz.
Risiko Konflik Lebih Luas
Dengan saling klaim dan meningkatnya intensitas serangan, situasi di Timur Tengah kini berada dalam fase rawan eskalasi. Selain berdampak pada keamanan kawasan, konflik ini juga berpotensi mengganggu jalur perdagangan global dan stabilitas ekonomi dunia.
Perkembangan terbaru masih terus dipantau, sementara dunia internasional mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan konflik yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi menyita emas 74 kg, dolar AS, dolar Singapura, dan uang tunai dari rumah mewah di Sentul dengan total nilai mencapai Rp476 miliar.
Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan sekitar sembilan ton gaplek mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Jogja–Wonosari, tepatnya di tikungan Bokong Semar
Pemkot Jogja tegaskan pembatasan sepeda di Malioboro hanya situasional saat LFR membludak demi kenyamanan wisatawan dan pejalan kaki.
Siklon Tropis Bavi kategori 4 picu angin kencang dan gelombang tinggi di Indonesia timur. BMKG imbau warga waspada dampak tidak langsung.
Kapal tanker VLCC Pertamina Pride berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman dan melanjutkan perjalanan ke Cilacap membawa minyak mentah.
Kolaborasi Indonesia-India dalam restorasi Candi Prambanan dorong daya tarik wisata dunia, perkuat diplomasi budaya dan kualitas pariwisata.