20 Tahun Gempa Jogja 2006 Jadi Pelajaran Penting bagi BNPB
BNPB menilai pengalaman penanganan gempa Jogja 2006 penting untuk membangun resiliensi berkelanjutan dan ketahanan masyarakat.
Pelepasan peserta balik gratis. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Antusiasme masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk kembali ke perantauan melalui fasilitas negara terpantau sangat tinggi. Sebanyak 675 pemudik resmi diberangkatkan dari Halaman Balai Kota Jogja menuju berbagai wilayah di Jabodetabek dalam program bertajuk "Balik Kerja Bareng BPKH 2026", Senin (23/3/2026).
Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar di DIY yang mencapai 2.743 orang, sementara kuota yang tersedia hanya untuk 675 peserta. Angka tersebut menunjukkan lonjakan permintaan yang melampaui kapasitas hingga lebih dari 400 persen.
Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Sulistyowati, menyebutkan bahwa tren partisipasi ini terus meningkat setiap tahunnya. "Kondisi tersebut sekaligus mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas transportasi balik pascalebaran yang aman dan terjangkau," ujar Sulistyowati.
Dalam pelaksanaannya, BPKH menegaskan bahwa program ini tetap mengedepankan prinsip transparansi dan profesionalisme sesuai amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014. Sulistyowati mengklarifikasi bahwa seluruh pendanaan balik gratis ini bersumber dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU), bukan dari dana setoran awal milik jemaah haji.
"Kami tegaskan bahwa seluruh pendanaan program ini tidak menggunakan dana setoran awal haji milik jemaah, sehingga pokok dana jemaah tetap terjaga dan dikelola secara syariah,” tegasnya guna menepis kekhawatiran publik.
Secara nasional, program Balik Kerja Bareng BPKH 2026 ini dilaksanakan serentak di empat titik keberangkatan utama, yakni Jogja, Solo, Surabaya, dan Lampung. Sebanyak 60 bus eksekutif disiapkan untuk melayani total 2.700 peserta di seluruh Indonesia.
Meski demikian, jumlah pendaftar secara keseluruhan menembus angka lebih dari 11.000 orang, yang membuktikan urgensi penyediaan transportasi massal pada periode arus balik Lebaran 2026.
Pemerintah Kota Jogja bersama Rumah Zakat selaku mitra pelaksana turut memberikan dukungan penuh demi kelancaran pemberangkatan ini. Program yang telah memasuki tahun keempat ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman.
"Sinergi lintas instansi ini menjadi kunci utama dalam memastikan para pekerja dapat kembali ke perantauan dengan aman dan nyaman di tengah padatnya aktivitas arus balik Lebaran 2026 menuju wilayah ibu kota," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNPB menilai pengalaman penanganan gempa Jogja 2006 penting untuk membangun resiliensi berkelanjutan dan ketahanan masyarakat.
Progres Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman mencapai 88 persen. Proyek dikebut agar bisa difungsionalkan saat Nataru.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mencabut gelar menantunya, Raabi'atul Adawiyyah. Keputusan berlaku segera tanpa pengumuman perceraian.
Gelombang tinggi di Kulonprogo merobohkan tiga warung di Pantai Trisik dan membuat air laut masuk ke dua rumah warga.
Gempa M 7,4 mengguncang Kolombia dan menewaskan 111 orang. Presiden Abelardo de la Espriella memimpin langsung penanganan bencana.
Stafsus Menhan Lenis Kogoya meminta TPNPB menghentikan kekerasan terhadap warga sipil Papua serta tidak mengganggu peringatan HUT ke-81 RI.