Polisi Karawang Bongkar Oplosan LPG 3 Kg, 3 Orang Ditangkap
Polresta Karawang menangkap tiga pelaku pengoplos LPG subsidi 3 kg. Polisi menyita 245 tabung dan peralatan pemindahan gas.
Foto ilustrasi mudik Lebaran. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Volume kendaraan yang menuju Jakarta diprediksi mencapai puncaknya pada Selasa (24/3/2026) setelah sejumlah ruas tol Trans Jawa terpantau masih lancar pada Senin pagi. Satgas Humas Operasi Ketupat meminta pemudik tetap waspada dan mengatur waktu kepulangan karena gelombang arus balik susulan diperkirakan terjadi pada akhir pekan mendatang.
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes. Pol. Marupa Sagala menjelaskan pergerakan arus kendaraan menunjukkan bahwa arus mudik masih berlangsung hingga Minggu (22/3/2026). Sebanyak 2.007.253 kendaraan masih keluar Jakarta atau sekitar 56,9% dari total proyeksi.
Sementara itu, arus balik akan mulai terjadi pada Senin (23/3/2026) hari ini dan puncaknya pada Selasa (24/3/2026) besok. Puncak arus balik lanjutan akan terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026.
Marupa mengajak masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan arus balik agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada waktu tertentu. Salah satunya dengan memanfaatkan kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) yang diberikan pemerintah.
“Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kebijakan WFA, sehingga perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menumpuk dalam satu waktu,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya pada Senin (23/3/2026).
Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tarif tol yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengatur perjalanan. “Manfaatkan juga kebijakan diskon tarif tol pada tanggal 26 hingga 27 Maret 2026 agar perjalanan lebih efisien dan terhindar dari kepadatan,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengimbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak arus balik yang diprediksi pada 24 Maret 2026. Dengan adanya kebijakan WFA, pemudik diharapkan dapat mengatur waktu kepulangan kembali ke Jakarta sebelum atau setelah 24 Maret 2026 untuk mengurai puncak arus balik.
Khusus untuk angkutan logistik, Aan juga mengimbau seluruh pemilik barang, pemilik kendaraan dan pengemudi agar tetap mematuhi aturan pembatasan angkutan barang yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB).
"Sebagaimana yang ada di dalam SKB, pembatasan angkutan barang pada periode angkutan Lebaran ini berlaku untuk sumbu tiga ke atas, mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandengan, serta mobil barang yang mengangkut hasil galian, hasil tambang dan bahan bangunan. Aturan ini berlaku hingga tanggal 29 Maret 2026," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan CCTV jalan tol online yang dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pada pagi hari ini, sejumlah ruas tol yang biasanya menjadi titik padat saat arus mudik dan arus balik terpantau masih lancar. Jalan Tol Trans Jawa untuk ruas Jakarta Cikampek misalnya arus masih lancar.
Begitu juga dengan Semarang Solo dan Surabaya Gempol. Untuk Tol Trans Sumatra pun masih lancar seperti di ruas Bakaheuni Terganggi Besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Karawang menangkap tiga pelaku pengoplos LPG subsidi 3 kg. Polisi menyita 245 tabung dan peralatan pemindahan gas.
WhatsApp tengah menguji tema chat baru untuk Android yang menghadirkan wallpaper animasi, tampilan minimalis, dan doodle khas. Fitur ini ditemukan di WhatsApp B
Dominasi Aprilia berlanjut di MotoGP 2026 usai seri Inggris. Jorge Martin memperlebar jarak di puncak klasemen, sementara Marc Marquez turun ke posisi keempat s
Topan Dolphin menerjang pantai timur China dengan angin 151 km/jam. Lebih dari satu juta warga dievakuasi, ribuan penerbangan dibatalkan, dan ancaman banjir ser
Manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama puji perjuangan Veda Ega di Moto3 Inggris. Start dari P15, sempat turun, namun finis P9 dan raih poin penting.
10 tips mudah diterima perusahaan asing, mulai dari menentukan negara tujuan, sesuaikan CV, bangun LinkedIn, kuasai bahasa, hingga pahami visa dan izin kerja.