Gempa 7 Magnitudo di NTT Terasa di Lombok, BMKG Keluarkan Peringatan
Gempa 7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu pagi. Getaran terasa hingga Lombok dan BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami.
Arus kendaraan di Pantura Cirebon semakin padat pada Selasa malamPemudik melintas di ruas arteri Jalur Pantura Cirebon, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026) malam. ANTARA/Fathnur Rohman.
Harianjogja.com, CIREBON — Arus Pantura Cirebon H-4 Lebaran 2026 mengalami peningkatan signifikan pada Selasa (17/6/2026) malam, seiring melonjaknya volume kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya. Kepadatan mulai terasa terutama di jalur arteri Pantai Utara (Pantura).
Kenaikan arus lalu lintas mulai terlihat sejak sore hari sekitar pukul 15.00 WIB, bertepatan dengan diberlakukannya sistem satu arah di ruas tol yang memicu peralihan kendaraan ke jalur arteri.
Kepala Pos Pengamanan Simpang Pemuda Polres Cirebon Kota, Iptu Suganda, menyebutkan peningkatan kendaraan terjadi dari kedua arah, dengan dominasi arus dari Jawa menuju Jakarta.
“Untuk kepadatan arus lalu lintas tadi sekitar pukul 15.00 WIB sudah terdapat peningkatan, khususnya kendaraan dari arah Jawa menuju Jakarta,” katanya.
Meski volume kendaraan meningkat, hingga saat ini petugas belum menerapkan rekayasa lalu lintas khusus dan masih mengandalkan pengaturan langsung di lapangan untuk menjaga kelancaran arus.
“Untuk rekayasa lalu lintas kami belum melaksanakan, namun petugas melakukan pengaturan sehingga kendaraan bisa terus bergerak dan tidak berhenti terlalu lama di jalur tersebut,” ujarnya.
Data Tim Traffic Count (TC) Dinas Perhubungan Kota Cirebon mencatat sebanyak 62.858 kendaraan melintas dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dalam periode pukul 00.00 WIB hingga 19.30 WIB.
Dari jumlah tersebut, sepeda motor mendominasi dengan total 53.104 unit, sementara rata-rata volume kendaraan per jam mencapai sekitar 2.619 unit.
Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 3,69 persen dibandingkan periode yang sama pada H-4 Lebaran 2025 di jalur Pantura Cirebon.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, sebelumnya mengungkapkan bahwa lonjakan arus kendaraan sudah mulai terlihat dalam dua hari terakhir, baik di jalur tol maupun arteri.
Menurutnya, kebijakan sistem satu arah di tol berpotensi menyebabkan limpahan kendaraan ke jalur Pantura, yang menjadi jalur alternatif utama bagi pemudik.
“Biasanya jalur arteri, khususnya pantura, akan terkena imbas pembuangan arus dari tol saat one way diberlakukan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan lebih lanjut, kepolisian telah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk kemungkinan pengalihan arus ke jalur alternatif Cirebon–Indramayu apabila terjadi lonjakan kendaraan yang signifikan.
“Kami siap memberikan pelayanan agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman, dan rekayasa lalu lintas akan dilakukan sesuai asesmen di lapangan,” kata Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa 7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu pagi. Getaran terasa hingga Lombok dan BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami.
Pengamat UI Muhammad Syaroni Rofii mendorong pemerintah memperkuat sektor energi dan mengurangi ketergantungan impor di tengah geopolitik global.
Wapres Gibran menyampaikan duka atas gempa M 7,7 di NTT dan memastikan pemerintah mempercepat evakuasi, pendataan, serta penyaluran bantuan.
Kebakaran menghanguskan rumah di Suruh, Kabupaten Semarang. Seorang penghuni meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah.
Apartemen investor China PT Star Bright International Investment di IKN telah dipesan lebih dari 100 unit meski proyek belum rampung.
BMKG mencatat tsunami akibat gempa Nagekeo terdeteksi di 10 titik pesisir, dengan gelombang tertinggi 0,94 meter di Maurole, Ende.