Empat Korban KMP Putri Yasmin Belum Ditemukan
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.
Rokok elektrik alias vape - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Penggunaan rokok elektrik atau vape kini menjadi perhatian serius karena dinilai berpotensi menjadi media baru konsumsi narkoba yang sulit terdeteksi. Hal ini ditegaskan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) yang menemukan fakta penggunaan vape sebagai sarana penyalahgunaan zat terlarang.
Peringatan tersebut disampaikan Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto dalam Focus Group Discussion (FGD) di Gedung BNN RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026), setelah adanya temuan penggunaan vape untuk zat psikoaktif baru di masyarakat.
"Kami menemukan fakta tak terbantahkan bahwa vape telah menjadi sarana efektif atau media baru untuk mengkonsumsi narkoba dan zat psikoaktif baru atau NPS," ujar Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto dalam pidato sambutan acara Focus Group Discussion (FGD) di Gedung BNN RI, Jakarta, Rabu.
Berdasarkan temuan BNN, Suyudi menegaskan narasi bahwa vape dapat menjadi alat bantu berhenti merokok masih belum terbukti secara ilmiah. Ia menilai justru sebaliknya, vape berpotensi menjadi pintu masuk baru penyalahgunaan narkoba.
"Saya tegaskan disini bahwa narasi vape sebagai alat bantu berhenti merokok adalah ilusi yang belum terbukti efektif secara ilmiah. Alih-alih sebaliknya, produk ini justru mendapat pintu masuk baru," ungkapnya.
Ia menjelaskan penggunaan vape sulit diketahui kandungannya secara langsung karena aroma yang dihasilkan menyerupai rokok elektrik biasa, sehingga berpotensi digunakan di berbagai tempat tanpa menimbulkan kecurigaan.
"Mereka bisa gunakan di mana saja, apalagi wangi kan. Jadi, tidak tahu orang, ternyata isi narkotika," katanya.
Menurut Suyudi, rokok elektrik menjadi sarana yang dinilai efektif untuk menyamarkan penggunaan zat adiktif dibandingkan alat konvensional seperti bong, karena bentuknya lebih modern dan mudah dibawa.
"Ini maksudnya kan kimia-kimiawi, liquid-liquid. Jadi, vape inilah alat yang paling tepat buat para pengguna, maksudnya. Untuk bersembunyi di balik alat-alat yang tadi konvensional seperti bong tadi," ucapnya.
BNN juga menemukan berbagai kandungan zat berbahaya dalam cairan vape yang disalahgunakan, seperti sabu cair, etomidate, serta narkoba jenis baru lainnya yang termasuk kategori zat adiktif berisiko tinggi.
“Ini yang jadi masalah. Jadi, kesannya orang lagi pakai vape, kesannya lagi merokok, merokok elektrik, tetapi isinya ternyata sabu cair. Isinya etomidate, isinya kimiawi-kimiawi jenis narkotika," jelasnya.
Suyudi menambahkan, dari perspektif kimia, cairan atau e-liquid vape merupakan campuran berbagai zat seperti nikotin, propilen glikol, gliserin nabati, serta bahan perasa kimia seperti diasetil, asetil piridin, dan benzaldehida yang memiliki risiko kesehatan tinggi jika disalahgunakan. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa vape tidak hanya menjadi isu kesehatan, tetapi juga potensi jalur baru penyalahgunaan narkoba yang membutuhkan pengawasan lebih ketat dari berbagai pihak.
"Dari perspektif substansi kimia, cairan vape atau e-liquid adalah koktail kimia. Mengandung nikotin, propilen, glikol, gliserin, nabati, serta zat pemberi rasa seperti diasetil, asetil piridin, dan benzaldehida yang berisiko tinggi bagi kesehatan baru," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.
TNI mengerahkan prajurit, pesawat Hercules, dan KRI untuk membantu evakuasi serta distribusi logistik pascagempa di NTT.
Bangladesh resmi menggantikan India di FIFA ASEAN Cup 2026. BFF menyebut kesempatan menghadapi lawan lebih kuat menjadi alasan utama menerima undangan turnamen.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam membuka ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menembus ekosistem industri kreatif nasional.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel puas dengan penampilan timnya saat latihan bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC sebagai persiapan Super League 2026/20
Popularitas BTS di Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi pada kuartal II 2026. Sebanyak 46% warga AS mengaku memiliki kesan positif terhadap grup K-pop terse