Anak Gajah Yuna Mati Diduga Terinfeksi Virus EEHV di Aceh
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, ACEH TENGAH—Penyintas banjir Aceh Tengah di Kecamatan Lut Tawar mulai kembali ke rumah menjelang Ramadhan. Meski kondisi hunian masih tertimbun lumpur setinggi lutut, sebagian warga memilih pulang demi menjalankan ibadah puasa di kediaman sendiKemenag DIY Gelar Pengamatan Hilal di Bantul, Ini Hasilnyari.
Keputusan itu diambil setelah mereka menilai situasi relatif aman, walaupun ancaman hujan dan keterbatasan fasilitas dasar masih membayangi kehidupan sehari-hari di wilayah terdampak banjir Aceh Tengah tersebut.
Salah satu penyintas, Khadijah, mengaku sudah kembali ke rumah pribadinya sejak tiga malam terakhir. Ia menyadari kondisi tempat tinggalnya belum sepenuhnya pulih, namun dorongan menyambut bulan suci Ramadhan di rumah sendiri menjadi pertimbangan utama.
"Baru pindah ibu tiga malam ke belakang ini [di rumah pribadi]. Malam tadi datang hujan, sudah datang resah tapi apa boleh buat, kami berteduh lah di situ," ungkap Khadijah kepada ANTARA, Selasa.
Perempuan yang telah mengungsi selama tiga bulan terakhir itu menuturkan suasana di pengungsian membuatnya kurang nyaman untuk menjalani ibadah puasa.
"Mungkin kami kan ini mau bulan puasa nak. Kalau di pengungsian kan ada rasa enggak nyaman gitu kan," ucap Khadijah.
Khadijah bersama sejumlah warga lainnya memilih kembali meskipun rumah mereka belum dilengkapi fasilitas memadai. Kamar mandi belum dapat digunakan, sementara sumur tidak berfungsi akibat tertimbun lumpur. Meski demikian, kebutuhan air bersih sehari-hari masih terpenuhi berkat suplai rutin dari Palang Merah Indonesia (PMI).
Di sisi lain, Kepala Desa Kampung Toweren, Sirwan, berharap pemerintah segera memberikan bantuan lanjutan untuk mempercepat proses pembersihan endapan lumpur yang masih menumpuk di sejumlah rumah warga terdampak banjir Aceh Tengah.
Menurut Sirwan, sebelumnya sudah ada bantuan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri yang membantu membersihkan akses jalan yang sempat tertutup lumpur dan gelondongan kayu.
"Mungkin dari kami, kepala desa hanya mengusulkan ke kabupaten untuk pembersihan rumah-rumah saudara kami yang masih belum bisa ditempati atau masih di pengungsian," ujar Sirwan.
Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, jumlah warga terdampak banjir Aceh Tengah tercatat mencapai 11.657 jiwa yang tersebar di satu kecamatan dan 26 kampung.
Selain itu, kerusakan rumah dilaporkan mencapai 4.426 unit, sehingga kebutuhan percepatan penanganan dan pemulihan hunian menjadi perhatian utama menjelang Ramadhan di Aceh Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m