Selundupkan 1,3 Ton Ketamin, 8 Awak MV King Sun Jadi Tersangka
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
Sungai Progo. - Wikipedia
Harianjogja.com, JAKARTA—Risiko bencana berulang mengintai 108 Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis di Indonesia, sehingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan rehabilitasi DAS dan perbaikan infrastruktur air harus menjadi solusi permanen, bukan sekadar respons darurat tahunan.
Data BNPB menunjukkan, selama daya dukung lingkungan di 108 DAS kritis tersebut belum dipulihkan, pola mitigasi bencana akan terus bersifat reaktif dan berulang. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menilai pemulihan bentang alam dan restorasi ekosistem menjadi kunci untuk memutus siklus banjir serta bencana hidrometeorologi yang terus terjadi.
“Selama daya dukung lingkungan di DAS tersebut belum dipulihkan, mitigasi bencana akan terus bersifat darurat dan repetitif,” ujar Abdul Muhari saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Ia menekankan bahwa rehabilitasi DAS harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang dalam kebijakan penanggulangan bencana nasional. Tanpa perbaikan menyeluruh, bencana dikhawatirkan terus menjadi rutinitas tahunan yang menguras sumber daya dan memperluas kerusakan lingkungan.
BNPB memetakan sejumlah DAS prioritas di Pulau Jawa yang masuk kategori kritis, antara lain:
Selain sungai besar tersebut, DAS kecil di kawasan perkotaan dan wilayah padat penduduk juga memerlukan perhatian serius karena berkontribusi terhadap peningkatan risiko banjir lokal.
Di Jawa Tengah, persoalan diperparah oleh infrastruktur pengendali banjir yang menua dan mengalami penurunan fungsi. Tanggul sungai di Demak dan sekitarnya dinilai tidak lagi optimal dalam menghadapi lonjakan debit air saat cuaca ekstrem.
“Beberapa tanggul bahkan masih berupa struktur tanah yang dibangun sejak zaman kolonial, sehingga rentan jebol saat debit air meningkat,” tambahnya.
BNPB mencatat sejumlah tantangan utama dalam pengelolaan DAS kritis, meliputi:
Menurut BNPB, rehabilitasi DAS dan restorasi ekosistem membutuhkan waktu panjang, diperkirakan 15 hingga 20 tahun untuk memulihkan fungsi ekologis secara optimal. Proses ini mencakup pemulihan tutupan vegetasi, penguatan tata kelola air, hingga peningkatan kualitas tanah di wilayah hulu dan hilir.
“Melalui langkah rehabilitasi yang komprehensif dan perbaikan infrastruktur air, kami berharap mitigasi bencana di masa depan tidak lagi didominasi oleh pola tanggap darurat, melainkan berbasis pada solusi permanen,” pungkasnya.
Strategi rehabilitasi DAS kritis tersebut menjadi bagian penting dari upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan, terutama di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem yang berdampak langsung pada wilayah rawan banjir di berbagai daerah Indonesia, sehingga penguatan kebijakan jangka panjang menjadi kebutuhan mendesak dalam sistem penanggulangan bencana nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.